Minggu, 21 Juni 2009

SULITNYA AKSES DANA BI: "Pohan, sisihkan kami Rp.2,3 trilyun untuk Program Industri Sawit" Purek 2 UI - .Nazief



Ini kisah memoryku tahu 1999 silam, dikala ku bermitra dg Badan Kemitraan UI (BKUI), sebuah Badan dibawah Rektorat UI yang menjalin kerjasama dengan Pihak Luar Kampus, untuk tujuan Sinergy untuk Kemajuan, Nilai Tambah dan Solusi.

Salah satu program BKUI waktu itu ikut mendorong "Kemampuan Pengolahan komodity Sawit"...dalam kerangka "Industri Oleokimia", yang hasilkan Minyak Goreng, Margarin, Sabun dan berbagai turunnannya. Nah dengan luas lahan waktu itu mencapai 4,5 juta hektar. (kini luas lahan sawit sudah lebih 6,1 juta ha), Indonesia kok bisa bisanya krisis Minyak Goreng dan harga sampai melejit Rp.9.000/liter. Visi BKUI waktu itu adalah memacu Kemampuan Industrialisasi Sawit, sehingga bisa hasilkan pemerolehan devisa secara berlipat.Unsur yang penting waktu itu adalah memacu jumlah PKS (Pabrik Kelapa Sawit). BUMN yang giat membangun adalah Boma Bisma Indra, dan Rekayasa Industri. Untuk lahan seluas 6.000 - 7.000 ha, dibutuhkan 1 unit PKS kapasitas 30ton/jam, dengan nilai investasi waktu itu sekitar Rp.55 milyar. Kalau dibangun integrated (bisa mengolah Kernel jadi Margarine dan sabun ) bisa butuh Rp.65 milyar.


Setelah jelas Indonesia membutuhkan "sekian banyak Pabrik"...sekitar 35-40 unit, dan dengan Mitra Kerjasama PT. Rekin, kami (BKUI, Ir.Soewito alm, Ir.Ekki Agustyoso, saya dan Purek 3 UI...M Nazief) coba meng-akses Bank Indonesia, dan mintalah waktu pada Dr.Aulia Pohan, melalui Asisten Senior / ketua War Room BI, Dr.Muliaman H. Aulia Pohan adalah teman seangkatan FEUI dari M.Nazief. Kami disambut hangat di BI, dan suasana seperti di Kampus saja.
Begitu kami dipersilakan duduk, dan biasa, pembukaan sebagai tuan rumah BI menanyakan, apa tujuan kunjungan BKUI ke BI. M.Nazief langsung buka bicara langsung "stright forward" begini:
"Pohan, tolonglah sisihkan untuk Visi program kami (BKUI) Rp1 Trilyun maksimal Rp.2 Trilyun, yakni untuk memajukan Industrialisasi kelapa sawit". Kata Nazief jelas, menatap Aulia Pohan.

"Ohh begitu Zif (Aulia Pohan memanggil M.Nazief layaknya mahasiswa), wah BI sudah enggak bisa keluarkan dana lagi." jawab Aulia Pohan...waktu itu tahun 1999, dibawah Presiden Habibie.


"Jadi sudah tertutup ya Pohan?" tanya Nazief sekali lagi ringkas,

"Iya nih..BLBI sedang berhenti. Terus apa saja program UI dan BKUI yang lain ?" tanya Aulia Pohan
"Ya inilah program yang sekarang dibutuhkan Indonesia, solusi untuk Industri Sawit fokus kami. Kami kan bisa bantu dan dukung "Skim Pembiayaan, Pendampingan" dan Pembangunan oleh BUMN (Rekin dan Boma Bisma dan grup BPPT / PT.Maseman. Banyak perkebunan kekuarngan Pabrik. Ya sudahlah" kata Nazief ringkas,


"Iya ya Zif, liat sikon begini, kayaknya kita enak ya kembali ke daerah. Gua sih pengen kembali ke Sumut deh...nyamannn enggak seperti di Jakarta". Pohan mengalihkan pembicaraan..dan matanya menerawang ke wilayah tanah Karo..............dan seterusnya pembicaraan kami berubah jadi semacam "brainstorming"...entah kemana.
Yang jelas, misi kami meng-akses Pendanaan enggak berhasil.
Itulah ....sulitnya bagi BKUI atau lembaga Universitas lainnya yang memiliki kesiapan Konsep & rencana kerja untuk mengkases "Pendanaan dari BI" ...hanya tinggal "kenangan Good Concept".
Sulit juga ya meng-akses dana BI. Coba saja waktu itu disishkan Rp.1 trilyun, sudah jadi unutk mbangun 19 PKS sawit kapasitas 30ton/jam. Dan kami bayangkan, UI juga punya "value added" nyata dari pemerolhan saham PKS tersebut, yang bisa untuk memperingan "kekurangan dana kampus UI". Namun begitu, dari konsep itulah paling tidak sudah mendorong dinamisasi "down-sizing PKS dari 30 ton jadi 10-15 ton / jam.


Tak terasa....waktu berjalan 10 tahun kemudian. Kubaca harian Media Indonesia, duhhhh AUlia Pohan sohib kami yang pernah "brainstorming" di Gedung BI yang mewah, kena vonis 4,5 tahun. Kami baru sadar....ternyata sikon waktu itu 1999, salah satu penyebab Indonesia krisis adalah "Masalah BLBI" yang sebesar 1.500 Trilyun. Pantes Aulia Pohan mau jawab apa...wong 1.500 T masih Piutang. Tetapi dengan Rp.550 T yang belum tertagih....apa mungkin ya kita jadi Debt Collector aja ya ????? Kalau kita "resmi dapet Fee" 20% saja....wah UI dan PT lain bisa kita bantu beaya pendidikannya. Daripada tidak Tertagih...seperti sekarang ini.

Rabu, 17 Juni 2009

Brata & Wimmy : Abang & None Jakarta Utara 2009...God Bless You !!



KELAPA GADING (Pos Kota) - Setelah menyisihkan 14 pasang finalis, Brata Manggala Putra. K dan Wimmy dinobatkan sebagai Abang dan None Jakarta Utara Tahun 2009, semalam.

“Saya berharap pemenang di tingkat kota ini akan bisa menang di tingkat Provinsi DKI Jakarta,” kata Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono dalam sambutan setelah Abnon terpilih di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading.

Pembukaan malam final Abang dan None Jakarta Utara 2009 ditandai oleh pemukulan rebana oleh Walikota. Dalam sambutannnya, Bambang Sugiyono berharap dalam final tingkat provinsi DKI nantinya Abang dan None Jakarta Utara dapat yang bersaing dan meraih juara umum.

Pemilihan Abang dan None Jakarta Utara merupakan salah satu rangkaian acara menyambut dan memeriahkan HUT RI ke 64, HUT Kota Jakarta ke-482 dan 101 tahun Kebangkitan Nasional.

Pemilihan bertujuan untuk meningkatkan daya tarik kota yang berlandaskan khasanah dan kekayaan budaya indonesia, khususnya budaya Betawi. Berbagai atraksi kesenian Betawi seperti gambang kromong maupun tarian yang disajikan oleh para finalis Abang dan None 2009 sebagai ajang kreativitasnya.

Abang Jakarta Utara terpilih, Brata Mandala adalah Lulusan Ilmu Komunikasi dari YAI. Sedangkan None Wimmy yang lahir tahun 1989 lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tahun 2006.

Kasudin Pariwisata Jakarta Utara Netty Herawati mengatakan, pendaftar yang mengikuti seleksi pendahuluan jumlahnya 250. Juri kemudian menetapkan 15 pasang finalis atau 15 orang calon abang dan 15 orang calon none, dimana Brata dan Wimmy yang memenangkannya. (faisal/dms)

********************

Wimmy....keep rocking & visioning !...TRIBUTE TO FORREST and SCROUND BYTES by Communication FISIP-UI....is very Smart !. LANJUTKAN !!!...HE HE HA HA HA

Rabu, 10 Juni 2009

JAIM dan PELEMAHAN SISTEMATIS :MIRAS, HIBURAN (Sinetron) NARKOBA

Peninggalan penjajah pada rakyat : minum-mabuk (drunken) masih dapat disaksikan dalam masyarakat Timor-Timur (oleh Portugis) dan Irian Jaya (oleh Belanda). Minum & main – mabuk diterapkan untuk membuat masyarakat lemah, bodoh dan ketergantungan, sehingga mudah dikendalikan dan dijajah. Jiwa dan kesadaran manusia menjadi rapuh, baik fisik, jiwa dan rasionalitas. Kendali kesadaran diri lemah, apalagi pada lingkungan ~ apa yang dilakukan Penjajah, merampas, memaksa, memfitnah dan menindas rakyat hilang. Kalangan Raja-raja di Jawa dan kerabatnya juga jadi sasaran budaya minum & judi. Namun, masih ada anggota atau bahkan anak kandung Raja / Sultan yang lolos budaya minum, munculah Pangeran-2 (Diponegoro, Jend.Sudirman dll.

Penjajahan mengalami perubahan bentuk dari penjajahan fisik (hingga awal abad 20) evolusi bermutasi ke Neo Imperialisme melibatkan negara-2 Kapitalis poros AS secara Global. Kini, pengaruh & penjajahan melalui penguasaan Hiburan, Modal, Pasar, Teknologi, Faham dan Penguasaan Ketergantungan Narkotika dan Obat-obatan.. Hancurnya Rusia dan berakhirnya era perang dingin yang dimenangkan oleh poros AS, dilakukan dengan intervensi penguasaan Hiburan kedalam manusia & rakyat Rusia dan Blok Timur. Menyadari penaklukan fisik menghadapi pertempuran hebat dan akan memakan korban yang dahsyat (apalagi dengan Nuklir), AS mengirim Video Hiburan Elvis Presley dll serta Video Porno melalui balon udara ke Rusia, Jerman Timur dan Blok Timur. Intervensi kedalam individu hiburan mampu mencuci otak & sikap fanatisme rakyat Rusia pada faham Sosialisme-Komunisme. Kemudian intervensi saluran penyiaran (TV & Radio) yang sebebasnya menghancurkan secara dahsyat militanisme sosialisme rakyat Rusia. Hapusnya “master mind sosialisme” dari otak memudahkan Intervensi lebih lanjut melalui : Freedom, dan dilanjutkan ke Keterbukaan dan Pembaruan (Glasnost dan Perestroika)dan kini Demokrasi. Dampak dan akibat selanjutnya sangat hebat:
 8 (delapan) wilayah propinsi Rusia memerdekakan diri Negara (Georgia, Uzbekistas, Kazastan, Terkezstan, Ukraina, Chechnya, Afganistan),
 Negara-2 blok Timur melakukan revolusi sosial-politik dari Sosialisme (Rumania, Polandia) ke Demokrasi, sehingga memperlemah Blok Aliansi Pertahanan Pakta Warsawa,
 Dengan transisi dan kerapuhan Ekonomi dalam negeri, masuk kekuatan kapitalis AS dan blok Barat kedalam berbagai Industri Strategis & Peralatan Militer Rusia, Ukraina dll.
 Kini, mengalir deras pasokan Narkotika dan obat-obat kertergantungan kedalam masyarakat Rusia dan dekandensi moral (Pelacuran),

Sosialis yang menjadi target pertama penghancuran Kapitalis (Imperalis) telah tercapai, meskipun belum hancur total. Kini, sasaran berikut adalah negara-negara dengan paham Islam. Indonesia, menjadi sasaran hebat dan menempati prioritas karena program modernisasi Barat sangat minim membawa hasil. Ada 4 aspek-agenda utama yakni:
1.Penekanan paham Demokrasi & Kebebasan, baik dalam sosial, politik dan ekonomi,
2. Penghancuran keyaninan agama (faith), moral-akhlaq rakyat dengan Kebebasan Pers-Media dengan Hiburan (musik, Film Porno, Issue, Fitnah dan Pemikiran),
3. Mengalir pasokan Narkoba dalam masyarakat yang dikendalikan oleh jaringan sistematis asing dan berkolaborasi dengan elemen dalam negeri (pengkhianat),
4. Pe-letoy-an masyarakat dengan Tayangan Media TV yang Melankolis, Mimpi, Kontradiktif yang over-Pencitraan (Bagai Mimpi), dan kini benar benar digunakan dalam Pencitraan dalam Pemilihan Presiden, sehingga Presiden dengan Jaga Image yang sesuai dengan Psikologis sebagian besar masyarakat dapat menaklukan suara mayoritas...tapi menyesatkan ! Karena bisa mengalahkan Calopn Pemimpin yang memiliki Visioner dan Platform yang hebat. Ini BERTOLAK BELAKANG dengan yang dilakukan Barrack Obama (presiden terpilih ) di AS.

Pelemahan mental-moral dengan film-music yang kian Vulgar (nge-Sex) kian hebat dan sudah ditayangkan tanpa batasan waktu, pagi-siang-sore hingga malam. Anak-anak bisa menyaksikan. Sedang Narkoba kian banyak pemakai dan mengalami perlawanan, baik dari masyarakat yang masih teguh dan oleh pasang-surut sikap Pemerintah.

Narkoba berupa Putaw, Ecstasy dan sejenisnya, memiliki dampak perusakan pada syaraf jauh lebih hebat dibanding Ganja (Nyimeng). Produsen narkoba – khususnya Psikotrapika merupakan poros Mafia Narkoba Luar yang memiliki jaringan terselubung di berbagai elemen dalam luar negeri sasaran, dan dijadikan alat untuk meperlemah rakyat. Sialnya, terjadi pembajakan produk massal oleh mafia-jaringan gelap di Amerika Latin dan negara-2 Laos, Vietnam, Hongkong, Kambodja dll, sehingga peredarannya berlipat ganda dan ke segala arah. Selain ketergantungan (addict), pemakai memiliki resiko besar tertular penyakit HIV dan AIDS. Narkoba, memperlemah bangsa dalam 2 segi:

1. Ketergantungan dan terus mengkonsumsi yang berarti mengeluarkan uang untuk membeli. Apabila tertangkap Polisi, agar menahan BAP tidak dilimpahkan ke Pengadilan, diperlukan dana besar untuk mengeluarkan dari penahanan sementara.. Renungkan: Fisik-Mental diperlemah, UANG disedot jaringan Asing dan Mafia,
2. Memperlemah fisik, mental, otak dan resiko penularan HIV dan AIDS dan pada akhirnya penghancuran moral-akhlaq masyarakat dan bangsa.

Tiada kata terlambat. Perlawanan sistematis harus kita galang dengan :

1. Dukung & awasi Pemerintah untuk penegakan Hukum dengan SANKSI yang sangat berat. Di Malaysia, sesorang membawa lebih 50 gram dikenakan hukuman mati,
2. Tangkal dan penerapan sanksi dalam lingkungan warga dan masyarakat, mari campaign Narkoba sebagai pengkhianat bangsa. Narkoba membuat miskin,
3. Pertebal keyakinan beragama, galang CINTA lingkungan hidup dan sosial untuk kecintaan negeri dan kejayaan bangsa.

Tuhan sangat membenci dan murka pada Pengkhianat dan Pengecut.

Minggu, 31 Mei 2009

Ketika "Bibit Pohon KENARI ku" Bersemi.....

BIBIT  POHON  KENARI

Keitka bibit Pohon Kenari ku mulai bersemi...

Pohon Kenari mulai Langka, Buah-Biji nya untuk isi Coklat yang sangat Enak !!

Pohon Kenari...isa tumbuh besar, menjulang tinggi, dengan Batang yang Unik,

bisa Anda jumpai di sekitar Stasiun Lempuyangan Yogyakarta..

atau Bogor...wow Indahnya !


Sabtu, 23 Mei 2009

Ekonomi Pasar Kapitalis "super Bebas" (Neo Lib) : ADA ...TIDAK ??? Bagikan




Catatan berikut cukup menjawab ada atau tidaknya Neo Lib di Indonesia. 1. Anda sering berbelanja di Indo Mart atau Alfa, nah itu merupakan jaringan berupa "mini market" yang terbangun - terintegrasi secara horisontal, mulai dari Pabrik (Indo Food), mitra Pabrik (Garuda Food) dan berbagai sumber produsen dalam satu Holding Company dengan ribuan hingga puluhan ribu mini market di seluruh daerah (s/d RW) di Indonesia. Network integrasi Pabrik (produsen) dengan distribusi ini sudah menjadi "sistem usaha yang terbangun rapi, bagaikan circle yg menjamin tersalurnya / terjualnya / terikatnya produsen dengan pasar, dan bagian bagiannya sudah menjadi mesin pencipta laba (uang) atau value added centre yang pasti, dengan mengalahkan "pesaing pesaingnya" !. Pabrik dan jaringan ini menghasilkan lebih dari 1000 jenis produk konsumen , mulai Kecap, Sabun, indomie, makanan, parfum dlsb. Pabrik dan network distribusi yang rapih menembus ke pemukiman / perumahan, menjadi kekuatan yang sangat ampuh melibas pesaing-pesaingnya. Ambil saja Kecap, Saus, Syrop ABC, bertahap tapi pasti "melibas" pesaing produk serupa. Akibatnya ?. Produsen-2 serupa yang masuk dalam usaha "UKM (usaha kecil menengah) gugur (bangkrut)...kalah bersaing !!. Nah belum lagi jaringan mini market, kini mulai melibas "warung warung, kios atau toko toko PD yang hampir 90% masuk usaha "mikro" mulai sesak nafas, dan banyak yg hanya bertahan "menyambung hidup / nyawa. Bisa dibayangkan, omzet Indofood th 2008 sudah diatas Rp.35 trilyun !, Belum produsen-2 dlam satu holding produk konsumen non makanan. Varian usaha mini market dengan "Franchising" adalah siasat kemitraan dlm distribusi, dengan modal awal sekitar Rp.1 miliyar merupakan "perluasan dan Zerro resiko pada tingkat paling ujung dengan konsumen. Apa dampaknya ?. Integrasi usaha "Industri-mini market" menjadi "mesin Pabrik Laba (Uang)" secara sistemik dari suatu kekuatan Kapitalis, dan kini Kapitalis itu menjadi "DAYA HISAP (bagai Blackhole)...bukan saja Laba, tetapi mematikan usaha UKM ! KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) yang dibentuk Pemerintah...hanya bagai "gincu gincu" pemanis Anti Trust dan Macan yang ompong.

2.Di sektor Pertambangan, kita tengok "tambang batubara". Dengan mudah & murahnya Kuasa Penambangan (KP) diperjual belikan, akibatnya, kekuatan Kapital (Uang) membeli KP. Pertambangan ini memang butuh "uang segar yang siap" untuk mengurus Izin dan Biaya Prasaran serta Operasi. Sebut saja kasus PT. Banpu perusahan pertambangan batu bara dari Muangthai. Tahun 2008 perusahaan ini Go Publik, berhasil mengeruk modal Rp.3,5 trilyun. Kemudian PT.Adaro go Publik menjual sebagian saham, memperoleh modal Rp.12,5 trilyun. Padahal modal untuk bisa Go Publik tidak sampai Rp.0,5 trilyun !! Caiptal gain bisa untuk membeli (perluasan) KP. Dasar penghitungan untuk menjual saham adalah "Kalkulasi deposit, penjualan dan prospek laba usaha". Artinya, sebenarnya menjual "sumber-sumber dalam perut bumi Indonesia. Perizinan dipegang ketat, dan komitmen pasar (luar negeri) rapih, perusahaan dalam bidang batu bara seterusnya mengeduk isi perut bumi dan mengirim dengan Tongkang / Mother vessel ke seluruh pelosok dunia. Begitu arus transaksi berjalan, dan modal diperoleh dengan "Capital Gain", makin kuat saja modal berikut untuk membeli KP yang ditawarkan, dan makin luas yang diuasai. Akibatnya?...Nah dengan komposisi 65-70 % batu bara dijual keluar (RRC, Eropa, Korea, Jepang dlsb), dan bila harga naik...maka kebutuhan dalam negeri terjadi Shortage (kekurangan)...Di tahun 2008 pun PLN alami kekurangan batu bara, bahkan berbagai propinsi Kalimantan yang jadi sumber batu bara juga alami kekuarangan !! Bahkan tidak lagi mampu membeli, karena kalah bersaing dengan pesaing luar. RRC, Amerika Serikat, Muangthai dan berbagai negara Eropa masih "menyimpan sumber batu bara", belum mengolah. Indonesia yang hanya masuk perikngkat 9/10 deposit batu bara jadi "rebutan..bancaan"...karen
a mudah, murah relatif dengan "Modal" yang dibutuhkan. Yang mengenaskan: Beberapa Pemda Kalimantan yang hendak mbangun rumah sakit butuh investasi Rp.50-100 milyar, harus mengemis-ngemis ke sluruh dunia !!.. Jadi jangan heran apabila seorang Aburizal Bakrie mendadakl jadi orang terkaya dg kekayaan lebih Rp.125 trilyun, dengan KP lebih 500.000 hektar, karena Sistem yang ada "memungkinkan" demikian !. Kasus serupa juga bisa kita tengok Air Minum (Aqua), tambang Migas dlsb.

3.Nah menarik adalah 3 operator Telekomunikasi "non celluler" (Telkomsel, Excelmindo Pratama, Indosat) yang menguasai pangsa pelanggan lebih 40 juta, dan kemudian membuat kesepakatan "tarrif"..alias monopoly. Bayangkan selama 5 tahun 2002-2007, dengan tarif Rp.350/sms....berapa puluh trilyun "uang pelanggan" terhisap dengan Kartel Kekuatan Kapiltal Telekomunikasi ?...Lebih Rp.100trilyun ! Coba perhatikan kini saingan telkomunikasi basis CDMA dengan GSM...makin sengit kan, tetap saja 3 operator basis GSM se Indonesia yang masih kuasai. Dua operator Hutchison dan Bakrie Telecom, mengakui meneken perjanjian kerja sama dengan operator lain. Dalam perjanjian Hutchison dengan XL, tertera bahwa Hutchison tak boleh menjual layanan SMS di bawah tarif termurah XL, yaitu Rp 250 per SMS. Nah, masalah muncul saat Hutchison yang punya merek dagang 3 (Three) ini membandrol SMS lintas operator (off net) hanya Rp 100 per SMS. Bagi Hutchison, tarif sebesar itu sudah di atas biaya produksi mereka. Alias mereka sudah bisa mendapat untung.Hitungan Hutchison ini ternyata tak beda jauh dengan penghitungan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang diumumkan pertengahan tahun lalu. Menurut anggota BRTI, ongkos produksi tiap SMS off net berkisar Rp 76.

4. Bangkitnya RRC sebagai negara yang taat pada "ekomomi riil"..yakni memproduksi memproduksi dan memproduksi..barang apapun, mulai peniti, pertanian, buah sampai mobil dan Pabrik !, telah menimbulkan "Economic Turbelence" (Badai ekonomi) ke sulurh dunia ! AS kena dampak hebat ! Berbagai produk tersaingi dengan harga jauh lebih murah ! Kini Indonesia juga mengalami, mulai tekstil, industri, pabrik hingga kini ke "industri militer"! Kekuatan modal yang maha dahsyat RRC telah menekan "George Bush" merengek rengak pada Hu Jintao (PM RRC) minta membeli obligasi USD 1,700 miliar (Sekitar Rp.1700 Trilyun) untuk memulihkan ekonomi AS, sebesar Rp.870 trilyun untuk Bail-Out.. Sulit untuk membendung kekuatan modal & daya saing RRC dalam pasar bebas dunia, apalagi Indonesia yang lemah Strategi, Komitmen dan besar korupsinya. Kekuatan RRC yang akan bersinergi dengan Kartel Kapitalis di Indonesia dengan ekonomi pasar bebas.. jelas akan menimbulkan badai berikut, akibat terciptanya daya hisap dari kekuatan sinergis Black-hole Kapitalis dan kaidah Pasar Bebas !.

5. Mungkin tulisan berikut kita bahas : ekonomi MONEY makes MONEY dari pasar bebas dunia dan Indonesia yang telah membuat "BLEEDING BANK INDONESIA", menyedot Devisa Nasional !!

Nah.....ADA atau TIDAK Neo Lib di Indonesia ?
Heran juga kalau Prof.Boediono didepan para ketua Parpol Koalisi menyatakan: Tidak ada Neo Lib di Indonesia. Usul saya: coba undang Adi Sasono, Dawam Rahardjo, Prof.Sri Edi Swasono, Prof.Dawam Rahardjo yang paham. Soalnya par ketua parpol hanya mengangguk angguk mengiyakan.... he he he he. Makin lucu ya.

Prabowo Subijanto Haramkan Privatisasi BUMN


Jakarta – Jika terpilih menjadi wk.presiden nanti, Prabowo Subianto berjanji tidak akan melakukan privatisasi terhadap Badan Usaha Milik Negara (BMUN) yang bersifat strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. “Saya tegas tidak setuju privatisasi BUMN yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. BUMN harus jadi ujung tombak pembangunan. Jadi, kita menentang privatisasi,” tegas Prabowo Subianto dalam acara “Prabowo Mendengar Pers” di Jakarta, Selasa (10/3).

Bahkan, calon presiden (capres) dari Partai Gerindra ini mengaku bahwa dirinya dulu mengudnurkan diri dari Partai Golkar karena partai warisan orde baru ini menyetujui privatisasi 33 BUMN. “Saat itu saya mengundurkan diri dari Golkar, karena pimpinan Golkar mendukung pemerintah akan melakukan privatisasi terhadap 33 BUMN. Hati saya tidak setuju sehingga saya mengundurkan diri dari Golkar, Suratnya ada,” ungkap Prabowo.

Diungkapkan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang tadinya bank petani dan diperuntukkan bagi rakyat kecil, memiliki nasabah 31 juta petani. “Simpedes ada di petani. Rata-rata simpanan mereka rata-rata Rp 1 juta. Total simpanan mereka Rp 32 triliun. Tapi ini untuk biayai mall dan apartemen mewah. Itu dosa, uangnya orang kecil untuk membiayai orang kaya. Kalau saya jadi presiden, tidak ada yang saya izinkan bangun mall mewah, bangun apartemen mewah, hotel mewah dan proyek-proyek mewah lainnya. Silakan cari dana dari swasta atau luar negeri,” seru Prabowo.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini berjanji apabila menjadi Presiden nanti akan menertibkan bank-bank BUMN agar tidak sembarangan mengeluarkan kredit. “Kalau saya jadi presiden, saya panggil direktur-direktur bank BUMN, jangan kasih kredit untuk membangun apartemen-apartemen mewah. Bank-bank pemerintah, harus biayai pabrik-pabrik pupuk, mencetak sawah dan sebagainya. Sekarang bank-bank pemerintah justru memberi kredit untuk membangun apartemen mewah dan mega mall. Mestinya carilah dana dari swasta atau luar negeri,” tandas ketua umum HKTI.

Prabowo menyatakan, dirinya bukan anti pengusaha dan tidak akan membabat orang-orang kaya apabila menjadi presiden dengan menjadikan BUMN sebagai ujung tombak. “Saya tidak membabat pengusaha-pengusaha kaya. Sepoerti di Singapura, pengusaha-pengusaha tidak rugi dan tetap hidup, meski usaha-usaha dijalankan BUMN. Jadi, tak masalah. Kecuali kalau pengusaha bandit,” tandas putra mendiang Begawan ekonomi Prof Soemitro Djojohadikusumo.

Dengan menghidupkan parbik-pabrik melalui BUMN, maka yang untung nanti pengusaha juga. Jadi, tidak ada pengsuaha yang rugi. “Kecuali kalau pengusaha yang mau menipu rakyat, atau pengusaha maling, ya pasti tidak setuju,” papar Prabowo.

Ia juga memprihatikan besarnya beban pembayaran utang luar negeri yang membuat Indonesia tidak bisa membangun.Untuk itu, jika menjadi presiden, Prabowo akan menjadwal ulang pembayaran utang luar negeri. "Untuk utang, kami akan jadwalkan ulang dengan dua jenis. Pertama untuk utang kesehatan, pendidikan dan lainnya yang sejenis. Sementara untuk utang yang lainnya dengan memberikan saham untuk proyek vital pembangunan," janjinya.

Selain soal utang, Prabowo juga menjanjikan mencabut UU Badan Hukum Pendidikan (BHP). Hal ini disebabkan karena UU BHP inilah yang membuat pendidikan di Indonesia sangat mahal dan tidak bisa dinikmati kalangan kelompok miskin dan marjinal. "Saya akan cabut UU BHP karena itu menjadikan anak miskin tidak sampai bisa kuliah. Untuk buku pelajaran di sekolah, akan dibebaspajakkan, karena sampai saat ini buku di Indonesia lebih mahal dari Australia dan Singapura," paparnya.

Dalam bidang perbankan, lanjut Prabowo, dia akan bertindak tegas dengan melarang pemberian kredit kepada kelompok elit yang digunakan pembangunan infrastruktur mewah. Hal ini dimaksudkan agar kredit itu diberikan untuk program pembangunan yang dinikmati rakyat. "Kami tidak akan memberikan kredit terhadap infrastruktur mewah seperti apartemen, mall dan lain sebagainya. Sebuah apartemen mewah di Kemang, dapat kucuran dana Bank Mandiri senilai Rp 8 triliun, ini tidak boleh lagi," ungkapnya.

Bagaimana jika semua gagasan itu dihalangi saat merealisasikannya? "Itu risiko. Zaman 1945 saja, Belanda tidak mau Indonesia merdeka karena takut rugi. Itu sama saja dengan sekarang. Itu tantangannya," jawab mantan Pangkostrad.

Prabowo bertekad akan memakmurkan ekonomi kerakyatan. “Kita harus berpihak pada rakyat kecil tanpa menggusur. Sekarang, sering ada pasar terbakar. Terbakar atau dibakar? Tapi, akan bangun pasar baru, dimumkan developernya. Penghuni yang lama tidak mampu untuk membayar,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Prabowo mengaku, dirinya tidak ambisi mengejar jabatan, melainkan ingin memajukan bangsa. “Saya tidak enak-enakan cari jabatan. Apa kekayaan kita mau dikuras terus (oleh asing). Kita bangsa goblok. Mereka (orang-orang asing) itu mengejek kita, orang Indonesia itu goblok, gue ambil kekayaan alamnya, gue sogok uang sedikit, sudah senang. Jadi, kalau Prabowo mau dihabisi, habisi saja. Saya ini noting tulus, tidak mengejar jabatan,” tantang mantan Danjen Kopassus.

Di Jakarta ini, menurutnya, ada Perda yang melarang ada pasar swalayan besar dibangun 2 km dari pasar tradisional. “Tapi saya bisa tunjukkan statistik, ada 51 pelanggaran. Bahkan, ada Carefore yang dibangun di atas pasar tradisional (di Blok M), tapi diam semua. Di Indoensia ini, orang yang dianggap bagus adalah yang mau bertekuk lutut pada asing. Yang terlalu nasionalis, akan dicurigai,” beber Prabowo. Ia menyerukan agar kita jangan menajid bangsa kacung. “Kalau menyerah, kita jadi kacung, disenangi. Terserah kalau Anda mau terus jadi kacung, seperti sekarang ini atau mau bangkrut,” sambungnya. (jpc)

[sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 10/03/2009

**************
Nah ini penegasan Prabowo S, putra Begawan Ekonom Profesor Soemitro Djojohadikusumo (memang KONSISTEN dalam Ekonomi Kerakyatan, misal Buku KREDIT RAKYAT, dimasa Depresi)...yang akan menjadi semacam Koreksi / Penyeimbang dari pola Megawati yang waktu menjabat Presiden dituding "kerap" melakukan Privatisasi BUMN, sedang Menteri Keuangannya adalah "Profesor Boediono".

Nah seru juga yach....Mana yang yang "Pro Kerakyatan Tulen ?

1.Koalisi PDIP-Gerindra...bisa dikatakan Rekonsiliasi Soekarno-Soeharto Next Generation dan menjadi: NASIONALIS-KERAKYATAN....Pro Rakyat

2.Profesor Boediono....mendadak akan melawan Neo Kolonial, namun hingga terakhir menjabat
Gubernur BI belum pernah terlihat Pola Kebijakan BI yang memihak Rakyat, maupun waktu menjabat Menteri Keuangan jaman Megawati.

Minggu, 17 Mei 2009

Eco ARt SOLID TABLE (AST)


Motif Daun Jawa Semarangan (panjang 4 m, tebal 14 cm)Bentuk Jamur Polos (Opal 85cm square, tebal 12 cm)
Motif Jambu Pajang (Panjang 3 m))
Solid Ukir Motif Kupu kupu (pjg 3 m)
Meja Solid Polos (pjg 4 m, tebal 10 cm)
Opal Polos (diameter 80-60cm)
Opal Polos (120-80cm)
Motif Bunga Cengkeh (opal 120-80cm)
Motif POHON dan Daun Sirih (Opal 95cm - 85cm)
Motif Pohon, daun (opal 90 cm)
Motif Bunga TERATAI & Ikan Louhan (pjg 4 meter tebal 12 cm)
ECO ART CAMPAIGN,
Wood Carving complementary Replantation
Motif GUNUNGAN (Pjg 4m tebal 12 cm)


Aristokrat Solid Table,
are Unique carved products, special designed and then carved on big/wide solid wood from old trees ages more than 80 years and 100 years old. Then become very beauty and glorious table. AST inspire for considering of natural resources and the unvaluable art of carving. The Patron of design based on Etnic, Nature and Tradition of Indonesian Society

Aristokrat Solid Table, could be said as the Art of original Indonesian, can functional as meuble (work, meeting, dining etc) or estetically for decoration (as foyer, interior design etc). As decoration, the beauty could be enjoyed from 4 side. The AST also providing the beauty of big/wide solid wood, caused the wood cuted as wide as possible. The width of wood/ table range from 86cm to 105 cm, the length from 3 metre to 4 metre. And the thick from 10-14 cm.

AST, only produce 1 table designed uniquely, its not reproduced / replicated. The vision of AST is The Art Of Carving For Replantation.
AST not produced from forrest trees.

The first stage, AST only produce 19 tables, all design based on Indonesian Etnics or Nature (Flora). GUNUNGAN ( MOUNTAIN) is Javanese traditional from Phophet (Wayang), shining by The Sun Flower, that could be enjoyed from 4 side. The leg is also designed adjusted from the tables. Then TERATAI deigned from the ..Flower surounded by Louhan Fishes swimming on the water. Daun Jawa Semarangan (The Javenese Leafs), is classical Javanese design.

The round tables finished as designed as a tree with the Leafs.
Then other round tables designed inspired from The Clove Flower.
These tables width 100cm,height 80cm.

AST is the original Indonesian Hand made Art Carved Tables,
it is not Mass Production. The carved tables is the arts that alive,
aliving the human, shining our soul



Eco Art Eco Art Eco Art Eco Art Eco Art
Aristokrat Solid Table
Campaign For Green Actions

Eco Art
is the expression that is alife
and aliving the Soul and Minds,
pouring lonely and alleniation of the soul,
sweeping the greedy for the wealth of people,
cause Arts always colouring
and aliving The Earth

(These Carved tables made of Replantation Trees, not from Forrest Trees)
ENVIRONMENT SMART CENTRE -LSDP

Address: Jl. Muhamad Kafi II No.18-Cipedak, Jagakarsa, Jaksel.
Phone. 0812 10 266 099