Rabu, 27 Oktober 2010

INDONESIA BENUA YANG HILANG, Pesan Rahasia di Balik Gunungan Wayang



Jakarta
- Siapa yang tidak tahu gunungan dalam pementasan wayang kulit? Semua berpikir gunungan berasal dari tradisi Hindu.Namun riset terbaru menunjukkan gunungan memiliki akar budaya ribuan tahun saat Indonesia adalah sebuah benua di akhir Zaman Es.

Fakta yang mungkin mengagetkan orang ini diungkapkan seorang profesor asal Universitas Oxford, Inggris, Stephen Oppenheimer. Dalam buku Eden in The East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara, Oppenheimer menjelaskan penduduk di benua Sundaland berimigrasi ke seluruh dunia pada akhir Zaman Es.


Sundaland adalah kawasan Indonesia dan sekitarnya. Saat penduduknya berimigrasi, mereka membawa semua pengetahuan dan budaya mereka, termasuk filosofi luhur soal kehidupan manusia yang paling mendasar yaitu siklus kehidupan, dan kesuburan bumi.


Menurut Oppenheimer, filosofi ini disimbolkan oleh tiga hal yaitu pohon, burung dan ular. Ketiga simbol ini tersebar di seluruh dunia misalnya saja kisah ular naga di berbagai kebudayaan dunia, atau burung yang indah mulai dari phoenix sampai merak, dan kisah pohon kehidupan mulai dari beringin sampai Jack dan pohon kacang ajaib.


Namun di Indonesialah ketiga aktor kehidupan ini masih berkumpul. Berbagai produk budaya di Indonesia, menampilkan pohon, burung dan ular dalam satu tempat. Jika tidak percaya, buktinya adalah gunungan dalam wayang kulit.


Silakan melihat gambarnya, dan Anda akan menemukan pohon, ular dan burung. Motif serupa juga kerap muncul dalam motif kain batik dan tenun ikat Sumatera atau Sumbawa.


Jika Anda berkilah ini adalah pengaruh Hindu, bagaimana dengan motif ornamen rumah suku Dayak Kenyah? Dayak Kenyah tidak terkena pengaruh Hindu dan mereka pun menampilkan pohon, ular dan burung dalam satu tempat.

Pak Dalang hari ini mungkin akan menerjemahkan gunungan wayang sebagai tanda pergantian babak dalam lakon wayang. Gunungan adalah simbol dunia atau hutan rimba. Namun menurut Oppenheimer, ribuan tahun lalu, maknanya tidak sesederhana itu.

Pohon oleh para penduduk Sundaland di masa silam adalah sumber kehidupan. Dari pohon mereka mendapatkan buah-buahan dan tanda kesuburan tanah. Sundaland yang berada di iklim tropis diberkahi dengan hutan lebat, ketika belahan dunia lain berselimutkan es.


Sedangkan burung dan ular adalah simbol dari Sang Pencipta. Burung adalah simbol langit dan juga maskulinitas. Ular adalah simbol bumi dan feminitas. Perkawinan burung dan ular menghasilkan kesuburan bumi.


Pesan-pesan ini perlahan terlupakan, tergantikan atau tereduksi maknanya sebagai hasil peleburan berbagai budaya dunia. Namun di Indonesia, pesan-pesan asli masih bisa ditelusuri sebagai bukti di Nusantaralah peradaban itu berasal.


Ulasan Oppenheimer lebih lengkap bisa didapatkan dari buku Eden in The East yang diterbitkan oleh Ufuk Press.
(fay/nrl)

Kamis, 21 Oktober 2010

POLISI RAKYAT & Putriku hadiahkan Pohon Untuk Vladimir Putin !

POLISI Merakyat bersama Putriku ~ Syiki
Hadiahkan Pohon untuk VLADIMIR PUTIN !

Polisi Kamerads Idham , Syiki Kournikova & Sunan Mursyid

Sunan Mursyid bersama Syiki sebelum ke Rusia
"maap ya Syiki...ini akibat Ayah suka bisnis ngecat langit & awang2, Syiki mau terbang ke Angkasa


Napis Carptenter Sevchenko bersama Syiki Kournikova

"Okeee Ayah...ini hadiah pohon untuk Vladimir Putin"...kata Syiki Kornikova

Jumat, 15 Oktober 2010

Menlu: Manfaatkan momentum 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia


Menteri Luar Negeri RI, R.M. Marty M. Natalegawa telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Rusia, Sergey V.Lavrov pada tanggal 15 Oktober 2010 di Moscow, Rusia.


“Kedua Menlu sepakat hubungan diplomatik ke-60 RI-Rusia harus dijadikan momentum guna meningkatkan potensi hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Kami menyepakati muatan yang lebih substansial terhadap hubungan kedua negara tersebut” jelas Menlu RI Natalegawa.


Pada pertemuan singkat itu telah dibahas beberapa bidang kerjasama kedua negara yang dapat lebih ditingkatkan. “Bidang penanggulangan terorisme, managemen bencana dan sektor perhubungan udara merupakan bidang yang disepakati oleh kedua negara” imbuh Menlu.


Pertemuan secara khusus menjajaki kemungkinan kerjasama perhubungan udara dengan membuka rute langsung Indonesia-Rusia termasuk oleh maskapai Indonesia, Garuda Indonesia. “ semoga perjanjian hubungan udara antara kedua negara dapat ditandatangani di sela-sela rangkaian pertemuan KTT ke-17 ASEAN dan KTT terkait Lainnya di Hanoi pekan depan” sambung Menlu RI.


Menlu RI menggarisbawahi bahwa hubungan bilateral Indonesia-Rusia harus beragam dan dilaksanakan pada seluruh tingkatan. Bukan hanya terbatas pada hubungan antar pemerintah tetapi juga hubungan antara pebisnis dan masyarakat kedua negara.


Menlu Rusia menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pembukaan Konsulat Jenderal Indonesia di wilayah Rusia sehingga dapat meningkatkan kepentingan ekonomi dan perdagangan Indonesia di Rusia.


Dalam kesempatan tersebut dibahas pula isu-isu regional termasuk ASEAN, arsitektur baru kawasan dan perkembangan di Laut Cina Selatan. “Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan kawasan Asia Pasifik yang lebih stabil, damai dan sejahtera berdasarkan pada “dynamic equilibrium” dalam konstelasi hubungan antar negara di kawasan” sergah Menlu RI.


“Sebagaimana diketahui dan dirancang sejak awal, melalui perluasan East Asia Summit yang mencakup Rusia dan AS, maka partisipasi perdana AS dan Rusia akan dilakukan pada masa keketuaan Indonesia pada tahun 2011” sambung Menlu RI.


“Untuk isu global, kami telah membahas bersama Menlu Rusia masalah Semenanjung Korea, proses perdamaian di Timur Tengah, nuklir Iran, serta Kosovo,” ujar Menlu RI.(Sumber :BAM/KBRI Moskow)


http://www.deplu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=4090&l=id


Selasa, 12 Oktober 2010



The Russian Prime Minister, Vladimir Putin, participated at the World Economic Forum in Davos (Switzerland), which is considered one of the most crucial Annual Meetings in the nearly 40-year history of the Forum, due to the current multiple crises that have thrown the world into turmoil.
Mr. Putin’s Opening Address to the World Economic Forum came amidst new warnings over the gravity of the global recession and the impact of the damage already done. January 28th - February 1st, 2009


Ternyata, Lebih Dari Separuh Wanita Terkaya Dunia Berasal dari Cina

Waste paper is the foundation of the wealth of Zhang Yin,
the 49-year-old owner of the factory and its sister plant in the eastern Jiangsu Province.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING--Raja talkshow Oprah Winfrey dan penulis buku JK Rowling mungkin hanya dua dari sederet perempuan dengan label "terkaya" di dunia. Namun tahukah Anda, separuh dari wanita terkaya dunia ada di Cina?

Tiga posisi teratas diduduki tiga wanita Cina, yaitu antara lain ratu kertas daur ulang Cina, Zhang Yin, yang memiliki kekayaan pribadi 5,6 miliar dolar AS. Laporan lembaga survei Hurun yang berbasis di Shanghai -- yang mengumpulkan data tentang orang-orang kaya dunia -- menyebut dari 20 miliarder terkaya perempuan atas upaya mereka sendiri, 11 orang berasal dari Cina dengan kekayaan rata-rata 2,6 miliardolar AS. Ratu talkshow Oprah Winfrey dalam daftar ini menempati peringkat kesembilan dengan dolar kekayaan 2,3 miliar dolar AS.

JK Rowling, penulis buku-buku populer Harry Potter, berada di bagian bawah daftar, dengan kekayaan 1 miliar dolar AS. "Tidak ada negara lain yang datang bahkan mendekati jumlah perempuan terkaya selain Cina," kata Rupert Hoogewerf, pendiri dan penyusun daftar itu.

Daftar ini mencakup tiga miliarder dari Amerika Serikat, tiga dari Inggris, dan masing-masing dari Italia, Rusia dan Spanyol. Orang non-Cina terkaya dalam daftar adalah Rosalia Mera dari toko pakaian Zara Spanyol dengan total kekayaan 3,5 miliar dolar AS.

Menurut Hoogewerf, penerimaan panjang Cina atas perempuan yang bekerja di luar rumah telah menjadi faktor yang signifikan dalam keberhasilan mereka.

Rabu, 06 Oktober 2010

Murdaya Poo di "60 Th FEUI untuk Indonesia"

Murdaya Poo:
Kita boleh memiliki banyak keinginan, tapi kalau ingin berhasil
kurangilah keinginan dan banyaklah berusaha.
Dan jangan lupa, untuk selalu rendah hati.







Senin, 04 Oktober 2010

60th FEUI untuk Indonesia ~ Ide, Gagasan hingga Praxis

Economy is the way of thinking of giving beneficial and creating value added


buku dapat dipesan di boeconomica.com
atau email : bukudekanat2010@yahoo.com
harga Rp.125.000
isi: Sejarah FEUI dari 1950-kini, profil alumni2 FEUI yg dibagi dalam 6 kategori:
akademisi, dekan, birokrat, entrepreneur, humanis~politisi, korporat