Minggu, 31 Mei 2009

Ketika "Bibit Pohon KENARI ku" Bersemi.....

BIBIT  POHON  KENARI

Keitka bibit Pohon Kenari ku mulai bersemi...

Pohon Kenari mulai Langka, Buah-Biji nya untuk isi Coklat yang sangat Enak !!

Pohon Kenari...isa tumbuh besar, menjulang tinggi, dengan Batang yang Unik,

bisa Anda jumpai di sekitar Stasiun Lempuyangan Yogyakarta..

atau Bogor...wow Indahnya !


Sabtu, 23 Mei 2009

Ekonomi Pasar Kapitalis "super Bebas" (Neo Lib) : ADA ...TIDAK ??? Bagikan




Catatan berikut cukup menjawab ada atau tidaknya Neo Lib di Indonesia. 1. Anda sering berbelanja di Indo Mart atau Alfa, nah itu merupakan jaringan berupa "mini market" yang terbangun - terintegrasi secara horisontal, mulai dari Pabrik (Indo Food), mitra Pabrik (Garuda Food) dan berbagai sumber produsen dalam satu Holding Company dengan ribuan hingga puluhan ribu mini market di seluruh daerah (s/d RW) di Indonesia. Network integrasi Pabrik (produsen) dengan distribusi ini sudah menjadi "sistem usaha yang terbangun rapi, bagaikan circle yg menjamin tersalurnya / terjualnya / terikatnya produsen dengan pasar, dan bagian bagiannya sudah menjadi mesin pencipta laba (uang) atau value added centre yang pasti, dengan mengalahkan "pesaing pesaingnya" !. Pabrik dan jaringan ini menghasilkan lebih dari 1000 jenis produk konsumen , mulai Kecap, Sabun, indomie, makanan, parfum dlsb. Pabrik dan network distribusi yang rapih menembus ke pemukiman / perumahan, menjadi kekuatan yang sangat ampuh melibas pesaing-pesaingnya. Ambil saja Kecap, Saus, Syrop ABC, bertahap tapi pasti "melibas" pesaing produk serupa. Akibatnya ?. Produsen-2 serupa yang masuk dalam usaha "UKM (usaha kecil menengah) gugur (bangkrut)...kalah bersaing !!. Nah belum lagi jaringan mini market, kini mulai melibas "warung warung, kios atau toko toko PD yang hampir 90% masuk usaha "mikro" mulai sesak nafas, dan banyak yg hanya bertahan "menyambung hidup / nyawa. Bisa dibayangkan, omzet Indofood th 2008 sudah diatas Rp.35 trilyun !, Belum produsen-2 dlam satu holding produk konsumen non makanan. Varian usaha mini market dengan "Franchising" adalah siasat kemitraan dlm distribusi, dengan modal awal sekitar Rp.1 miliyar merupakan "perluasan dan Zerro resiko pada tingkat paling ujung dengan konsumen. Apa dampaknya ?. Integrasi usaha "Industri-mini market" menjadi "mesin Pabrik Laba (Uang)" secara sistemik dari suatu kekuatan Kapitalis, dan kini Kapitalis itu menjadi "DAYA HISAP (bagai Blackhole)...bukan saja Laba, tetapi mematikan usaha UKM ! KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) yang dibentuk Pemerintah...hanya bagai "gincu gincu" pemanis Anti Trust dan Macan yang ompong.

2.Di sektor Pertambangan, kita tengok "tambang batubara". Dengan mudah & murahnya Kuasa Penambangan (KP) diperjual belikan, akibatnya, kekuatan Kapital (Uang) membeli KP. Pertambangan ini memang butuh "uang segar yang siap" untuk mengurus Izin dan Biaya Prasaran serta Operasi. Sebut saja kasus PT. Banpu perusahan pertambangan batu bara dari Muangthai. Tahun 2008 perusahaan ini Go Publik, berhasil mengeruk modal Rp.3,5 trilyun. Kemudian PT.Adaro go Publik menjual sebagian saham, memperoleh modal Rp.12,5 trilyun. Padahal modal untuk bisa Go Publik tidak sampai Rp.0,5 trilyun !! Caiptal gain bisa untuk membeli (perluasan) KP. Dasar penghitungan untuk menjual saham adalah "Kalkulasi deposit, penjualan dan prospek laba usaha". Artinya, sebenarnya menjual "sumber-sumber dalam perut bumi Indonesia. Perizinan dipegang ketat, dan komitmen pasar (luar negeri) rapih, perusahaan dalam bidang batu bara seterusnya mengeduk isi perut bumi dan mengirim dengan Tongkang / Mother vessel ke seluruh pelosok dunia. Begitu arus transaksi berjalan, dan modal diperoleh dengan "Capital Gain", makin kuat saja modal berikut untuk membeli KP yang ditawarkan, dan makin luas yang diuasai. Akibatnya?...Nah dengan komposisi 65-70 % batu bara dijual keluar (RRC, Eropa, Korea, Jepang dlsb), dan bila harga naik...maka kebutuhan dalam negeri terjadi Shortage (kekurangan)...Di tahun 2008 pun PLN alami kekurangan batu bara, bahkan berbagai propinsi Kalimantan yang jadi sumber batu bara juga alami kekuarangan !! Bahkan tidak lagi mampu membeli, karena kalah bersaing dengan pesaing luar. RRC, Amerika Serikat, Muangthai dan berbagai negara Eropa masih "menyimpan sumber batu bara", belum mengolah. Indonesia yang hanya masuk perikngkat 9/10 deposit batu bara jadi "rebutan..bancaan"...karen
a mudah, murah relatif dengan "Modal" yang dibutuhkan. Yang mengenaskan: Beberapa Pemda Kalimantan yang hendak mbangun rumah sakit butuh investasi Rp.50-100 milyar, harus mengemis-ngemis ke sluruh dunia !!.. Jadi jangan heran apabila seorang Aburizal Bakrie mendadakl jadi orang terkaya dg kekayaan lebih Rp.125 trilyun, dengan KP lebih 500.000 hektar, karena Sistem yang ada "memungkinkan" demikian !. Kasus serupa juga bisa kita tengok Air Minum (Aqua), tambang Migas dlsb.

3.Nah menarik adalah 3 operator Telekomunikasi "non celluler" (Telkomsel, Excelmindo Pratama, Indosat) yang menguasai pangsa pelanggan lebih 40 juta, dan kemudian membuat kesepakatan "tarrif"..alias monopoly. Bayangkan selama 5 tahun 2002-2007, dengan tarif Rp.350/sms....berapa puluh trilyun "uang pelanggan" terhisap dengan Kartel Kekuatan Kapiltal Telekomunikasi ?...Lebih Rp.100trilyun ! Coba perhatikan kini saingan telkomunikasi basis CDMA dengan GSM...makin sengit kan, tetap saja 3 operator basis GSM se Indonesia yang masih kuasai. Dua operator Hutchison dan Bakrie Telecom, mengakui meneken perjanjian kerja sama dengan operator lain. Dalam perjanjian Hutchison dengan XL, tertera bahwa Hutchison tak boleh menjual layanan SMS di bawah tarif termurah XL, yaitu Rp 250 per SMS. Nah, masalah muncul saat Hutchison yang punya merek dagang 3 (Three) ini membandrol SMS lintas operator (off net) hanya Rp 100 per SMS. Bagi Hutchison, tarif sebesar itu sudah di atas biaya produksi mereka. Alias mereka sudah bisa mendapat untung.Hitungan Hutchison ini ternyata tak beda jauh dengan penghitungan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang diumumkan pertengahan tahun lalu. Menurut anggota BRTI, ongkos produksi tiap SMS off net berkisar Rp 76.

4. Bangkitnya RRC sebagai negara yang taat pada "ekomomi riil"..yakni memproduksi memproduksi dan memproduksi..barang apapun, mulai peniti, pertanian, buah sampai mobil dan Pabrik !, telah menimbulkan "Economic Turbelence" (Badai ekonomi) ke sulurh dunia ! AS kena dampak hebat ! Berbagai produk tersaingi dengan harga jauh lebih murah ! Kini Indonesia juga mengalami, mulai tekstil, industri, pabrik hingga kini ke "industri militer"! Kekuatan modal yang maha dahsyat RRC telah menekan "George Bush" merengek rengak pada Hu Jintao (PM RRC) minta membeli obligasi USD 1,700 miliar (Sekitar Rp.1700 Trilyun) untuk memulihkan ekonomi AS, sebesar Rp.870 trilyun untuk Bail-Out.. Sulit untuk membendung kekuatan modal & daya saing RRC dalam pasar bebas dunia, apalagi Indonesia yang lemah Strategi, Komitmen dan besar korupsinya. Kekuatan RRC yang akan bersinergi dengan Kartel Kapitalis di Indonesia dengan ekonomi pasar bebas.. jelas akan menimbulkan badai berikut, akibat terciptanya daya hisap dari kekuatan sinergis Black-hole Kapitalis dan kaidah Pasar Bebas !.

5. Mungkin tulisan berikut kita bahas : ekonomi MONEY makes MONEY dari pasar bebas dunia dan Indonesia yang telah membuat "BLEEDING BANK INDONESIA", menyedot Devisa Nasional !!

Nah.....ADA atau TIDAK Neo Lib di Indonesia ?
Heran juga kalau Prof.Boediono didepan para ketua Parpol Koalisi menyatakan: Tidak ada Neo Lib di Indonesia. Usul saya: coba undang Adi Sasono, Dawam Rahardjo, Prof.Sri Edi Swasono, Prof.Dawam Rahardjo yang paham. Soalnya par ketua parpol hanya mengangguk angguk mengiyakan.... he he he he. Makin lucu ya.

Prabowo Subijanto Haramkan Privatisasi BUMN


Jakarta – Jika terpilih menjadi wk.presiden nanti, Prabowo Subianto berjanji tidak akan melakukan privatisasi terhadap Badan Usaha Milik Negara (BMUN) yang bersifat strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. “Saya tegas tidak setuju privatisasi BUMN yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. BUMN harus jadi ujung tombak pembangunan. Jadi, kita menentang privatisasi,” tegas Prabowo Subianto dalam acara “Prabowo Mendengar Pers” di Jakarta, Selasa (10/3).

Bahkan, calon presiden (capres) dari Partai Gerindra ini mengaku bahwa dirinya dulu mengudnurkan diri dari Partai Golkar karena partai warisan orde baru ini menyetujui privatisasi 33 BUMN. “Saat itu saya mengundurkan diri dari Golkar, karena pimpinan Golkar mendukung pemerintah akan melakukan privatisasi terhadap 33 BUMN. Hati saya tidak setuju sehingga saya mengundurkan diri dari Golkar, Suratnya ada,” ungkap Prabowo.

Diungkapkan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang tadinya bank petani dan diperuntukkan bagi rakyat kecil, memiliki nasabah 31 juta petani. “Simpedes ada di petani. Rata-rata simpanan mereka rata-rata Rp 1 juta. Total simpanan mereka Rp 32 triliun. Tapi ini untuk biayai mall dan apartemen mewah. Itu dosa, uangnya orang kecil untuk membiayai orang kaya. Kalau saya jadi presiden, tidak ada yang saya izinkan bangun mall mewah, bangun apartemen mewah, hotel mewah dan proyek-proyek mewah lainnya. Silakan cari dana dari swasta atau luar negeri,” seru Prabowo.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini berjanji apabila menjadi Presiden nanti akan menertibkan bank-bank BUMN agar tidak sembarangan mengeluarkan kredit. “Kalau saya jadi presiden, saya panggil direktur-direktur bank BUMN, jangan kasih kredit untuk membangun apartemen-apartemen mewah. Bank-bank pemerintah, harus biayai pabrik-pabrik pupuk, mencetak sawah dan sebagainya. Sekarang bank-bank pemerintah justru memberi kredit untuk membangun apartemen mewah dan mega mall. Mestinya carilah dana dari swasta atau luar negeri,” tandas ketua umum HKTI.

Prabowo menyatakan, dirinya bukan anti pengusaha dan tidak akan membabat orang-orang kaya apabila menjadi presiden dengan menjadikan BUMN sebagai ujung tombak. “Saya tidak membabat pengusaha-pengusaha kaya. Sepoerti di Singapura, pengusaha-pengusaha tidak rugi dan tetap hidup, meski usaha-usaha dijalankan BUMN. Jadi, tak masalah. Kecuali kalau pengusaha bandit,” tandas putra mendiang Begawan ekonomi Prof Soemitro Djojohadikusumo.

Dengan menghidupkan parbik-pabrik melalui BUMN, maka yang untung nanti pengusaha juga. Jadi, tidak ada pengsuaha yang rugi. “Kecuali kalau pengusaha yang mau menipu rakyat, atau pengusaha maling, ya pasti tidak setuju,” papar Prabowo.

Ia juga memprihatikan besarnya beban pembayaran utang luar negeri yang membuat Indonesia tidak bisa membangun.Untuk itu, jika menjadi presiden, Prabowo akan menjadwal ulang pembayaran utang luar negeri. "Untuk utang, kami akan jadwalkan ulang dengan dua jenis. Pertama untuk utang kesehatan, pendidikan dan lainnya yang sejenis. Sementara untuk utang yang lainnya dengan memberikan saham untuk proyek vital pembangunan," janjinya.

Selain soal utang, Prabowo juga menjanjikan mencabut UU Badan Hukum Pendidikan (BHP). Hal ini disebabkan karena UU BHP inilah yang membuat pendidikan di Indonesia sangat mahal dan tidak bisa dinikmati kalangan kelompok miskin dan marjinal. "Saya akan cabut UU BHP karena itu menjadikan anak miskin tidak sampai bisa kuliah. Untuk buku pelajaran di sekolah, akan dibebaspajakkan, karena sampai saat ini buku di Indonesia lebih mahal dari Australia dan Singapura," paparnya.

Dalam bidang perbankan, lanjut Prabowo, dia akan bertindak tegas dengan melarang pemberian kredit kepada kelompok elit yang digunakan pembangunan infrastruktur mewah. Hal ini dimaksudkan agar kredit itu diberikan untuk program pembangunan yang dinikmati rakyat. "Kami tidak akan memberikan kredit terhadap infrastruktur mewah seperti apartemen, mall dan lain sebagainya. Sebuah apartemen mewah di Kemang, dapat kucuran dana Bank Mandiri senilai Rp 8 triliun, ini tidak boleh lagi," ungkapnya.

Bagaimana jika semua gagasan itu dihalangi saat merealisasikannya? "Itu risiko. Zaman 1945 saja, Belanda tidak mau Indonesia merdeka karena takut rugi. Itu sama saja dengan sekarang. Itu tantangannya," jawab mantan Pangkostrad.

Prabowo bertekad akan memakmurkan ekonomi kerakyatan. “Kita harus berpihak pada rakyat kecil tanpa menggusur. Sekarang, sering ada pasar terbakar. Terbakar atau dibakar? Tapi, akan bangun pasar baru, dimumkan developernya. Penghuni yang lama tidak mampu untuk membayar,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Prabowo mengaku, dirinya tidak ambisi mengejar jabatan, melainkan ingin memajukan bangsa. “Saya tidak enak-enakan cari jabatan. Apa kekayaan kita mau dikuras terus (oleh asing). Kita bangsa goblok. Mereka (orang-orang asing) itu mengejek kita, orang Indonesia itu goblok, gue ambil kekayaan alamnya, gue sogok uang sedikit, sudah senang. Jadi, kalau Prabowo mau dihabisi, habisi saja. Saya ini noting tulus, tidak mengejar jabatan,” tantang mantan Danjen Kopassus.

Di Jakarta ini, menurutnya, ada Perda yang melarang ada pasar swalayan besar dibangun 2 km dari pasar tradisional. “Tapi saya bisa tunjukkan statistik, ada 51 pelanggaran. Bahkan, ada Carefore yang dibangun di atas pasar tradisional (di Blok M), tapi diam semua. Di Indoensia ini, orang yang dianggap bagus adalah yang mau bertekuk lutut pada asing. Yang terlalu nasionalis, akan dicurigai,” beber Prabowo. Ia menyerukan agar kita jangan menajid bangsa kacung. “Kalau menyerah, kita jadi kacung, disenangi. Terserah kalau Anda mau terus jadi kacung, seperti sekarang ini atau mau bangkrut,” sambungnya. (jpc)

[sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 10/03/2009

**************
Nah ini penegasan Prabowo S, putra Begawan Ekonom Profesor Soemitro Djojohadikusumo (memang KONSISTEN dalam Ekonomi Kerakyatan, misal Buku KREDIT RAKYAT, dimasa Depresi)...yang akan menjadi semacam Koreksi / Penyeimbang dari pola Megawati yang waktu menjabat Presiden dituding "kerap" melakukan Privatisasi BUMN, sedang Menteri Keuangannya adalah "Profesor Boediono".

Nah seru juga yach....Mana yang yang "Pro Kerakyatan Tulen ?

1.Koalisi PDIP-Gerindra...bisa dikatakan Rekonsiliasi Soekarno-Soeharto Next Generation dan menjadi: NASIONALIS-KERAKYATAN....Pro Rakyat

2.Profesor Boediono....mendadak akan melawan Neo Kolonial, namun hingga terakhir menjabat
Gubernur BI belum pernah terlihat Pola Kebijakan BI yang memihak Rakyat, maupun waktu menjabat Menteri Keuangan jaman Megawati.

Minggu, 17 Mei 2009

Eco ARt SOLID TABLE (AST)


Motif Daun Jawa Semarangan (panjang 4 m, tebal 14 cm)Bentuk Jamur Polos (Opal 85cm square, tebal 12 cm)
Motif Jambu Pajang (Panjang 3 m))
Solid Ukir Motif Kupu kupu (pjg 3 m)
Meja Solid Polos (pjg 4 m, tebal 10 cm)
Opal Polos (diameter 80-60cm)
Opal Polos (120-80cm)
Motif Bunga Cengkeh (opal 120-80cm)
Motif POHON dan Daun Sirih (Opal 95cm - 85cm)
Motif Pohon, daun (opal 90 cm)
Motif Bunga TERATAI & Ikan Louhan (pjg 4 meter tebal 12 cm)
ECO ART CAMPAIGN,
Wood Carving complementary Replantation
Motif GUNUNGAN (Pjg 4m tebal 12 cm)


Aristokrat Solid Table,
are Unique carved products, special designed and then carved on big/wide solid wood from old trees ages more than 80 years and 100 years old. Then become very beauty and glorious table. AST inspire for considering of natural resources and the unvaluable art of carving. The Patron of design based on Etnic, Nature and Tradition of Indonesian Society

Aristokrat Solid Table, could be said as the Art of original Indonesian, can functional as meuble (work, meeting, dining etc) or estetically for decoration (as foyer, interior design etc). As decoration, the beauty could be enjoyed from 4 side. The AST also providing the beauty of big/wide solid wood, caused the wood cuted as wide as possible. The width of wood/ table range from 86cm to 105 cm, the length from 3 metre to 4 metre. And the thick from 10-14 cm.

AST, only produce 1 table designed uniquely, its not reproduced / replicated. The vision of AST is The Art Of Carving For Replantation.
AST not produced from forrest trees.

The first stage, AST only produce 19 tables, all design based on Indonesian Etnics or Nature (Flora). GUNUNGAN ( MOUNTAIN) is Javanese traditional from Phophet (Wayang), shining by The Sun Flower, that could be enjoyed from 4 side. The leg is also designed adjusted from the tables. Then TERATAI deigned from the ..Flower surounded by Louhan Fishes swimming on the water. Daun Jawa Semarangan (The Javenese Leafs), is classical Javanese design.

The round tables finished as designed as a tree with the Leafs.
Then other round tables designed inspired from The Clove Flower.
These tables width 100cm,height 80cm.

AST is the original Indonesian Hand made Art Carved Tables,
it is not Mass Production. The carved tables is the arts that alive,
aliving the human, shining our soul



Eco Art Eco Art Eco Art Eco Art Eco Art
Aristokrat Solid Table
Campaign For Green Actions

Eco Art
is the expression that is alife
and aliving the Soul and Minds,
pouring lonely and alleniation of the soul,
sweeping the greedy for the wealth of people,
cause Arts always colouring
and aliving The Earth

(These Carved tables made of Replantation Trees, not from Forrest Trees)
ENVIRONMENT SMART CENTRE -LSDP

Address: Jl. Muhamad Kafi II No.18-Cipedak, Jagakarsa, Jaksel.
Phone. 0812 10 266 099