Sabtu, 25 September 2010

AIR SUMBER KEHIDUPAN

AIR SUMBER KEHIDUPAN

SUMBER AIR MATI MAKA KEHIDUPAN JUGA MATI


Apakah hidup ini akan sehat sejahtera

Ini pertanyaan yang harus kita jawab secara seksama

Rimbun pohan penahan air jangan dibabat demi untung sementara


Selidikilah kenapa air menjadi mengering

Untuk minum, makan, mandi dan cuci kepala menjadi pusing

Menandakan kehidupan semakin genting

Bertawaqal dan bernusaywarahlah untuk mengatasi situasi sinting

Emosi dan amarah akan membuat makna hidup terpelanting

Resah gelisah ingin saling menggunting


Kebun merindang jangan diubah jadi bangunan membentang

Epidemi penyakit sangat mudah datang menyerang

Hampas dibuang sembarang

Itu tanda akal sehat telah mati terkandang

Datang musibah semua mengerang

Uang diutamakan agar perut sendiri tetap kenyang

Penghuni yang berdiam di dataran tinggi juga akan tidak-tenang

Air limbah diturunkan untuk orang yg tinggal di bawah menanggung malang

Nestapa dan derita akan tak henti-henti datang menjelang


Satu untuk semua dan semua untuk yang Satu

Umur dipanjangkan agar bisa mengamalkan ilmu

Mudarat dan laknat dijadikan seteru

Berkah dan Rahmat mendekat dan menyatu

Eforia otonomi daerah tak menjadikan diri tak tahu malu

Rasiaonal berpikir dan bersikap menjadi hidup bermutu


Aturan dibuat untuk menegakkan keadilan

Iri dan dengki hanya mengundang kesengsaraan

Riak dan rakus menjurumus ke dalam lembah kehinaan


Mari bersatu padu membenahi kehidupan

Area penyerap air jangan dibinasakan

Tutuplah keran bila air tak diperlukan

Insya Allah semuanya akan kebagian


Membangun tidaklah berarti mengorbankan lingkungan

Anak-cucu tetaplah mendapat perlindungan

Kesejahteraan didapatkan hasil kerja keras berkesinambungan

Alam yang kaya raya diolah sesuai dengan kebutuhan


Kemiskinan tercegah lantaran pendistribusian yang adil dan beradab

Enak sendiri merampas hak hidup orang perbuatan yang biadab

Hidup menjadi indah saling menjaga barisan dalam sab-sab

Impian menjadi nyata semua berdiri dalam hukum yang tegap

Durjana dan malapetaka dengan sendirinya akan melenyap

Umpama kuman yang lelah dilantak obat yang mujarab

Pemandangan yang indah tak bosan untuk ditatap

Aturan yang sudah jelas jangan pula disulap

Nasib dan takdir tak perlu diratap


Jalur air untuk cuci mandi minum diatur terbagi

Upaya menjaga kehidupan yang berharkat dan berprestasi

Galang kebersamaan hidup demi yang akan diwarisi

Anak cucu berkemabang-biak saling menyayangi


Aliran air bersih jangan dicemari

Kampung sejahetara warga hidup tak saling mamaki

Amarah dan dengki berpangkal dari hati yang mau menang sendiri

Nasehat menasehati sebagai tanda saling perduli


Mematikan kehidupan bersumber dari akal sehat yang tak terawat

Apa saja mau dihembat

Takabur dan jumawa ingin memamerkan diri paling hebat

Ini peretanda kehidupan yang mati sebelum mati telah terdaulat


Irwan Djamaluddin (Wandin Omlacitan)

Kaki Gunung Merapi Dusun Jaban Jogjakarta, 2 Juni 2009

Jumat, 24 September 2010

Bincang2 Peduli Lingkungan (nilai luhur) brsama None2 Jkt




halal bi halal & bincang2 Peduli Lingkungan
(tanam nilai2 luhur)
Jl. Pejaten Raya No.30 Jakarta Selatan (200m dr Republika)
Minggu, 26 September 2010, Jam 10.00 - 13.00

SAVE JAKARTA...SAVE JAKARTA
SAVE JAKARTA
Selamatkan Jakarta Segera !
SAVE INDONESIA

Greeneration None2 Jakarta
tanam nilai2 luhur ke parpol bersama
PDK


Minggu, 19 September 2010

UI Akan Bangun Sekolah Seni


Sabtu, 18 September 2010 | 04:48 WIB

DEPOK, KOMPAS.com--Universitas Indonesia (UI) akan membangun Gedung Sekolah Seni dan Perancangan Lingkungan serta Gedung Fakultas Ilmu Komputer UI Tahap pertama.

"Peresmian pembangunannya akan dilakukan Senin (20/9), " kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono, di Depok, Jumat.

Menurut dia, Rektor UI Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri beserta pimpinan UI dan Wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail akan hadir dalam Peresmian Pembangunan Gedung Sekolah Seni dan Perancangan Lingkungan serta Gedung Fakultas Ilmu Komputer ini.

Ia menjelaskan Gedung Sekolah Seni dan Perancangan Lingkungan UI berlokasi di zona Centrum antara Balairung dan Masjid UI dengan luas lahan 11.600 meter persegi dengan luas total gedung 20.000 meter persegi.

Dikatakannya pada tahap I akan dibangun gedung seluas 4.800 mteter dua lantai yang terdiri atas auditorium, galeri dan ruang penunjang. "Keseluruhan gedung ini akan menampung bidang ilmu Kaji Kreatif," ujarnya.

Sedangkan untuk Gedung Fasilkom berlokasi di zona ilmu sains dengan luas lahan 1 hektare, luas total gedung 20.000 meter persegi yang terdiri atas 8 lantai. "Proses pembangunan ini diproyeksikan akan selesai pada tahun 2013," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan sebagai salah satu universitas berskala internasional, UI memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya.

Salah satunya dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan berstandar internasional, seperti perpustakaan UI yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian dan direncanakan diresmikan pada awal tahun 2012.

Selain itu, UI juga sedang membangun Gedung Vokasi UI, yaitu tempat berkuliah yang terintegrasi dengan mahasiswa vokasi atau diploma UI.

"Diharapkan pembangunan sarana dan prasarana tersebut dapat meningkatkan kesadaran para akademisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan," harapnya.

sumber:

UI Akan Bangun Sekolah Seni


Senin, 30 Agustus 2010

Bersyukur, Terimakasih & Petak Umpet.: The Power of Trees Wisuda UI 60 !



Wisuda UI ke 60, 26 Agustus 2010

Bersyukur pada Illahi dan terimakasih pd para sahabat. 2 kata yang tepat pada hari wisuda UI ke 60 th, Jumat 26 Agustus-10. Wimmy selesaikan kuliah 4 th, cukup singkat, shg bisa hemat banyak bila lebih lama. Terima kasih, juga kata yg tepat, kampus UI adalah wahana yang banyak kutemukan sahabat sejati ~ Friends Indeed R Friend in Need ! Putri ke-2 Syiki, baru masuk di FISIP. Keduanya suka maen kotak umpet sejak kecil hg kini, bila SYiki masuk, Wimmy selalu lulus, sejak SMP hingga kuliah. Apa mungkin keduanya kupanggil Input-Output.

Ungkapan syukur dan terima kasih, Wimmy, Syiki & aku sepakat untuk wujudkan dengan menanam sebuah pohon istemwa, Jambu Mawar, buahnya putih lembut aroma harum seperti harumnya bunga Mawar. Itu satu satunya koleksi pohon yg kurawat 4 th, menunggu waktu yg tepat kutanam. Sedang lebih 500 pohon Kenari & sawo Kecik sudah dibagikan gratis di Acara Homecoming Day ke-60 sebulan yg lalu.

Setelah acara wisuda selesai, dan kedua putriku Wimmy berfoto ria dg teman-2, Syki yg baru masuk mhs baru di FISIP juga selesai, kukeluarkan bibit pohon dan cangkul. Banyak sopir melihat terheran heran, Wisudawan & mhs baru kok bawa Cangkul dan pohon segala.

Kucari lokasi yang tepat, nah disamping Parkir Rektorat, karena harapan kami bila Pohon ini berbuah, bisa jadi penghilang rasa dahaga para Sopir di parkir, dan bila berbunga harumnya aroma bunga mawar bisa menjangkau Rektorat. Tanpa ijin pada Rektor atau bagian Hutan UI, karena bayangkan betapa sulitnya Birokrasi mau tanam pohon, Wimmy dan aku cangkul tanah, selanjutnya kutanam bibit jambu mawar. Daripada melakukan Illegal Logging, lebih baik lakukan "Illegal Replantation"...hikhik hik. Pohon itu kunamakan "UI-Sohib-M-B-SA-AK-Is-O-A-GPJ", sebuah singkatan nama sahabat sejati yg kutemukan di UI hingga kini dan seorang kawan Sma-1 .

Selesai kami tanam dan berpotret, setitik air mata menetes. Itulah kenangan yg indah. Wimmy & Syiki, keduanya masih berlanjut main petak umpet, bagai ikan tengiri yang selalu bergerak mengarungi samudra luas, seolah Indonesia hanya Aquarium yang terlalu sempit. Jangan jangan yang satu di Stasiun angkasa MIR dan Wimmy di NASA. Sulit juga kuajak tanam pohon lagi.

Semoga jambu Mawar itu berbuah lebat dan mengharumkan namamu...the next young greeneration !

SM

Kamis, 29 Juli 2010

Homecoming day UI 2010

None2 Jakarta 2009-2010 bersama KOMITE Aktivis IKM-UI
ikut memeriahkan
"Homecoming Day, Sabtu 31 July, di Kampus UI Depok":

Bagi Gratis / FREE BIBIT POHON (Langka)
& Spirit for CLEAN GOVERNANCE !





Bung Ajum & adiknya Jumadi giat nyapin bibit pohon langka

Selasa, 06 April 2010

Eco Art untuk Ekonomi Ekosistem

Filantropy,

Karya Seni untuk Perbaikan Lingkungan

desain art adalah karya seni

yang hidup dan menghidupkan jiwa,

menerangi jiwa dan

mengikis kegelisahan dalam

kehidupan manusia


Tidaklah heran, bila masyarakat dunia barat sangat menghargai karya seni. Kelompok Lingkungan Ekonomi-Hijau bersedia menyediakan 5 Meja AST untuk dilelang, dan sebagian hasilnya direncanakan untuk mendukung Pendirian INSTITUT KONSERVASI ALAM (IKA), dengan basis Visioner Ekonomi Hijau (greenomics), yakni Sekolah Non Gelar 6 bulan, yang mampu mencetak sdm generasi mudag dalam membangun Kemampuan Mengelola, Mengusahakan Hutan Mini, Kebun Mini serta Melaksanakan Konservasi. Misi AST dengan demikian turut serta membangun Pemulihan kerusakan alam, mengembangkan usaha ekonomi ekosistem (ekonomi hijau) hingga Penghutanan Kembali 82 juta hektar yang rusak.

Sunan Mursyid



APRESIASI & LELANG KARYA SENI MEJA

UNTUK PENDIRIAN INSTITUT KONSERVASI ALAM (IKA)


LATAR BELAKANG: KERJASAMA untuk MBANGUNAN EKONOMI HIJAU KERAKYATAN


Kelompok Ekonomi Hijau yang telah menghasilkan Karya Aristokrat Solid Table (AST) telah menghasilkan Visi Pembangunan yang berlangsung ~ yakni Ekonomi Ekosistem Kerakyatan (Ekonomi Hijau Kerakyatan), atau Greenomics for People. Yakni Pembangunan Ekonomi didasarkan pada peranan riil Sosial Masyarakat sesuai dengan Karakter utama & Kekuatan, untuk menjamin Keberlangsungan Pembangunan itu sendiri. Greenomics, berlandaskan pada Keunggulan & Kemanfaatan bagi masyarakat.


Mempertimbangkan, betapa besar sumber alam (lahan) yang terbengkalai, luasnya kerusakan hutan dan lemahnya penguasaan Ilmu-Pengetahuan oleh masyarakat dalam Pengelolaan & Pengolahan, maka EAST-Greenomics berniat mengadakan acara : Apresiasi & Lelang atas Karya Seni berupa 10 meja Aristokrat Solid Table. Hasil dari Lelang ini, sebagian bertujuan dipergunakan untuk Mendirikan Institut Konservasi Alam (IKA), yakni Lembaga Pendidikan & Latihan dalam mempersiapkan sdm yang mampu mengelola dan mengusahakan Perkebunan Mini, Hutan Mini serta Industri yang terkait (ikutan).


Lembaga IKA direncanakan membutuhkan pendanaan sebesar Rp. 6-7 miliar, untuk Pembebasan Lahan (7ha), Pembangunan Sekolah Alam (1 Ha), Nursery (2Ha), Kebun Mini (2 Ha) dan Hutan Mini (2 Ha). Lokasi yang direncanakan di Kabupaten Bogor (Cisarua atau Ciawi). Jumlah Lulusan yang akan dihasilkan sebagai kader lingkungan /petani/ pekebun/ forester / kader lingkungan sebanyak 500 orang tiap tahun. Mereka diharapkan sebagai “Dinamisator” dalam Usaha Perkebunan Mini, Hutan Mini dan Konservasi bersama Pengusaha Pertanian, Petani dan Pemerintah.


SEKILAS TENTANG

ARISTOKRAT SOLID TABLE


Aristokrat Solid Table (AST), adalah karya seni ukiran kayu yang unique, didesain khusus mendasarkan alam dan etnik. Selanjutnya diukir diatas bahan kayu yang besar berusia ratusan tahun, menjadi meja yang cantik, megah, gagah namun anggun dan mewah. AST seolah menggugah kesadaran kita untuk bangkit atas kekayaan hasil alam dan seni serta keahlian ukir. Patron meubel ukiran selama ini seolah menjadi milik Jepara dan Bali, sehingga tidak mengherankan, meubel ukir tersebut menjadi pasaran. Harus diakui, karya ukir tersebut adalah salah satu keunggulan yang bernilai tambah tinggi. Buktinya meubel karya Da Vinci bisa bernilai puluhan hingga ratusan juta, di desain khusus, diukir dengan bahan baku 100% dari Indonesia.


Aristokrat Solid Table, bisa disebut sebuah karya yang dapat berfungsi ganda, menjadi meubel (fungsi seara) bisa juga menjadi fungsi estetis. Secara estetis bisa dinikmati dari keindahan the art-nya. Bahan meja AST diolah dari kayu pohon yang besar berusia ratusan tahun, sehingga diameter pohon rata-rata diatas 100 cm. Uniquenya, AST mengandalkan pohon hasil tanaman masyarakat, seperti durian, mahoni, mangga, jati dan pohon-pohon lainnya. Semangat dan visi yang diemban adalah pengembangan pohon-pohon budidaya. Batang pohon yang besar tersebut selanjutnya dipotong sepanjang 4 meter dan dibelah selebarnya dengan ketebalan 10 Cm hingga 12 Cm. Pemotongan yang tebal untuk menghindari lenturan papan.

AST, hanya membuat 10 meja dengan desain khusus tiada duanya dengan konsep The Art Of Carving For Replantation


AST hanya memproduksi 6 meja dengan karakter desain senantiasa bercorak etnis dan dengan nuansa lingkungan.

1. Gunungan, mengadopsi gunungan (wayang) dengan diterangi bunga matahari yang didesain bisa dinikmati dari 4 sisi, depan, berhadapan, samping kiri atau kanan. Kaki meja juga didesain khusus dengan pola bunga matahari dan cempaka.

2. Teratai didesain dengan dikelilingi ikan Lou Han, dengan corak ombak air yang juga dapat dinikmati dari 4 sisi.

3. Daun Jawa Semarangan, yang diekploitasi dari pohon menghindar dan didesain dengan gaya etnis Java. Bentuk meja dan kaki di polakan seperti dasi kupu-kupu.

4. Bunga Matahari, meja berbentuk Opal dengan pola bunga Matahari ditengah,

5. Jambu panjang, meja dengan didesain seolah berbntuk jambu panjang.

6. Meja berpola pohon dan bunga cengkeh

AST bukanlah meubel, karena meubel identik dengan produksi massal dan monoton.



KARYA SENI MEJA ARISTOKRAT

UNTUK PENDIRIAN INSTITUT KONSERVASI ALAM (IKA)


1. Mempertimbangkan, betapa besar sumber alam (lahan) yang terbengkalai, luasnya kerusakan hutan dan lemahnya penguasaan Ilmu-Pengetahuan oleh masyarakat dalam Pengelolaan & Pengolahan lahan, maka AST-Greenomics berniat mengadakan Apresiasi & Lelang atas Karya Seni berupa 10 meja Aristokrat Solid Table sebagai Fund Rising dengan dimensi Sinergi Apresiasi Seni untuk Campaign Visioner dan Pembangunan Ekonomi-Ekosistem.(5 foto & desain meja terlampir)


2. Hasil dari Lelang ini, sebagian bertujuan dipergunakan untuk Mendirikan Institut Konservasi Alam (IKA), yakni Lembaga Pendidikan & Latihan dalam mempersiapkan sdm yang mampu mengelola atau mengusahakan Perkebunan Mini, Hutan Mini atau Konservasi . IKA dipersiapkan sebagai Fondasi bangkitnya Ekonomi Hijau Kerakyatan.


3. Lembaga IKA direncanakan membutuhkan pendanaan sebesar Rp. 6-7 miliar, untuk Pembebasan Lahan (7ha), Pembangunan Sekolah Alam (1 Ha), Nursery (2Ha), Kebun Mini (2 Ha) dan Hutan Mini (2 Ha). Lokasi yang direncanakan di Kabupaten Bogor (Cisarua atau Ciawi). Jumlah Lulusan yang akan dihasilkan sebagai kader lingkungan /petani/ pekebun/ praktisi kehutanan sebanyak 500 orang tiap tahun. Mereka sebagai “Dinamisator” dalam Usaha Perkebunan Mini, Hutan Mini dan Konservasi bersama Pengusaha, masyarakat dan Pemerintah (Konsep Umum Kurikulum IKA terlampir).


4. Sejalan dengan agenda Apresiasi, diluncurkan “Roh / Visioner Pemikiran Ekonomi Hijau Ekosistem” hasil Sinergi Pemikiran Ahli LSDP Hasilnya berupa: Visioner Paradigma Pembangunan Ekonomi-Ekosistem, yang berisikan pemikiran:


· Visioner Pengusahaan Hutan Mini / Rakyat,

· Visioner City Forest,

· Visioner Pengusahaan Perkebunan Mini / Rakyat,

· Visioner Energi Alternatif (Bio Energy),

· Campaign Lingkungan & Pengurangan Global Warming,

· Visioner Perjuangan Debt Swap hutang Luar Negeri,

· Tax Reform untuk Lingkungan,

· Visioner CCER, Corporate Culture for Environment Responsibility,

· Pendirian IKA, Institut Konservasi Alam di Jabar, awal

dan Replikasi di Riau, Kaltim & wilayah lain




AGENDA RUTIN:

Menggagas & Dialog dg BINAAN Spanjang Sungai Ciliwung

Hutan Hutan mini dan Kebun mini di Bogor dan sekitarnya



PRE KONDISIONING untuk DIALOG


  1. Ekonomi ekosistem

Pertumbuhan penduduk Indonesia yg cepat (220jt), keterbatasan energy terbarukan, kerusakan hutan luar Jawa, lahan yg kurang terolah…mendorong “visioning ekonomi yang berdimensi lingkungan, yg mampu menciptakan keberlangsungan jk.panjang.


  1. Jawa, pusat peradaban kreatifitas TAPI juga pusat Subsidi (beban)

Jawa harus mampu bangkit dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk bahan baku untuk masyarakat industri, makanan dan bahkan untuk mensuplai kebutuhan masyarakat internasional yang dihasilkan oleh Jawa. Dg perkembangan penduduk telah bawa tekanan pada Lingkungan: pemanasan global, kerusakan lahan dan lingkungan khususnya kebutuhan air. Jawa sbg pusat industri kerajinan meubel, wood working dan konsentrasi puluhan juta masy. kota, membutuhkan “revolusi kreatifitas” Jawa, dalam membangun “konsep hutan/kebun mini”…yang menjadi Roh Usaha masyarakat. Mengingat, Jawa dg 110 kabupaten juga sebagai “penerima subsidi nasional yang besar”, artinya harus mampu mengurangi ketergantungan Subsidi.


  1. Hutan & Kebun: Roh Ekonomi Lingkungan Masyarakat

Konsep Hutan / kebun mini tidak hanya dipandang sebatas “konsep Penghijauan”, namun sebagai Konsep Roh ekonomi yang mampu memberikan Hasil dan Income bagi masyarakat secara berkesinambungan.


Hutan mini, dengan variasi pohon yang bernilai tinggi, mampu memberikan “hasil/income” yang baik, untuk mensuplai produk kayu dan dalam proses pembesarannya memberi manfaat lingkungan luas: sumber kayu, penyerap air, penghasil O2 dan penciptaan tenaga kerja. Pohon bernilai tinggi (Ebony, ulin, ramin, lingua, keleco, mindi, ciputri) dapat kembangkan.


Kebun mini, dengan variasi pohon Buah yang baik dan dikelola secara baik, akan memberikan hasil buah buahan secara rutin bagi masyarakat dan memberikan manfaat pada lingkungan. Tahap selanjutnya, dibutuhkan “usaha terus menerus Inovasi & puji coba tehadap: peningkatan kualitas dan produksi dg frekuensi


  1. Start up: Bibit & Buku

Bagaimana memulai dengan dialog semacam ini bias sebagai pemantik untuk merumuskan Perencanaan tata ruang atau langkah nyata aksi dengan penyebaran bibit tanaman tanaman tersebut bisa memulai

  1. “dengan membangun Nursery mini di halaman saja, dengan 5.000 s/d 10.000 bibi dengan jumlah 20-25 jenis tanaman, dan investasi yang sangat murah !.
  2. Terbitkan Buku Visioning Ekonomi Hutan/Kebun

Sunan Mursyid



KARYA SENI "Eco Arts" MEJA SOLID