Kita boleh memiliki banyak keinginan, tapi kalau ingin berhasil
kurangilah keinginan dan banyaklah berusaha.
Dan jangan lupa, untuk selalu rendah hati.



buku dapat dipesan di boeconomica.com




AIR SUMBER KEHIDUPAN
SUMBER AIR MATI MAKA KEHIDUPAN JUGA MATI
Apakah hidup ini akan sehat sejahtera
Ini pertanyaan yang harus kita jawab secara seksama
Rimbun pohan penahan air jangan dibabat demi untung sementara
Selidikilah kenapa air menjadi mengering
Untuk minum, makan, mandi dan cuci kepala menjadi pusing
Menandakan kehidupan semakin genting
Bertawaqal dan bernusaywarahlah untuk mengatasi situasi sinting
Emosi dan amarah akan membuat makna hidup terpelanting
Resah gelisah ingin saling menggunting
Kebun merindang jangan diubah jadi bangunan membentang
Epidemi penyakit sangat mudah datang menyerang
Hampas dibuang sembarang
Itu tanda akal sehat telah mati terkandang
Datang musibah semua mengerang
Uang diutamakan agar perut sendiri tetap kenyang
Penghuni yang berdiam di dataran tinggi juga akan tidak-tenang
Air limbah diturunkan untuk orang yg tinggal di bawah menanggung malang
Nestapa dan derita akan tak henti-henti datang menjelang
Satu untuk semua dan semua untuk yang Satu
Umur dipanjangkan agar bisa mengamalkan ilmu
Mudarat dan laknat dijadikan seteru
Berkah dan Rahmat mendekat dan menyatu
Eforia otonomi daerah tak menjadikan diri tak tahu malu
Rasiaonal berpikir dan bersikap menjadi hidup bermutu
Aturan dibuat untuk menegakkan keadilan
Iri dan dengki hanya mengundang kesengsaraan
Riak dan rakus menjurumus ke dalam lembah kehinaan
Mari bersatu padu membenahi kehidupan
Area penyerap air jangan dibinasakan
Tutuplah keran bila air tak diperlukan
Insya Allah semuanya akan kebagian
Membangun tidaklah berarti mengorbankan lingkungan
Anak-cucu tetaplah mendapat perlindungan
Kesejahteraan didapatkan hasil kerja keras berkesinambungan
Alam yang kaya raya diolah sesuai dengan kebutuhan
Kemiskinan tercegah lantaran pendistribusian yang adil dan beradab
Enak sendiri merampas hak hidup orang perbuatan yang biadab
Hidup menjadi indah saling menjaga barisan dalam sab-sab
Impian menjadi nyata semua berdiri dalam hukum yang tegap
Durjana dan malapetaka dengan sendirinya akan melenyap
Umpama kuman yang lelah dilantak obat yang mujarab
Pemandangan yang indah tak bosan untuk ditatap
Aturan yang sudah jelas jangan pula disulap
Nasib dan takdir tak perlu diratap
Jalur air untuk cuci mandi minum diatur terbagi
Upaya menjaga kehidupan yang berharkat dan berprestasi
Galang kebersamaan hidup demi yang akan diwarisi
Anak cucu berkemabang-biak saling menyayangi
Aliran air bersih jangan dicemari
Kampung sejahetara warga hidup tak saling mamaki
Amarah dan dengki berpangkal dari hati yang mau menang sendiri
Nasehat menasehati sebagai tanda saling perduli
Mematikan kehidupan bersumber dari akal sehat yang tak terawat
Apa saja mau dihembat
Takabur dan jumawa ingin memamerkan diri paling hebat
Ini peretanda kehidupan yang mati sebelum mati telah terdaulat
Irwan Djamaluddin (Wandin Omlacitan)
Kaki Gunung Merapi Dusun Jaban Jogjakarta, 2 Juni 2009




DEPOK, KOMPAS.com--Universitas Indonesia (UI) akan membangun Gedung Sekolah Seni dan Perancangan Lingkungan serta Gedung Fakultas Ilmu Komputer UI Tahap pertama.
"Peresmian pembangunannya akan dilakukan Senin (20/9), " kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono, di Depok, Jumat.
Menurut dia, Rektor UI Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri beserta pimpinan UI dan Wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail akan hadir dalam Peresmian Pembangunan Gedung Sekolah Seni dan Perancangan Lingkungan serta Gedung Fakultas Ilmu Komputer ini.
Ia menjelaskan Gedung Sekolah Seni dan Perancangan Lingkungan UI berlokasi di zona Centrum antara Balairung dan Masjid UI dengan luas lahan 11.600 meter persegi dengan luas total gedung 20.000 meter persegi.
Dikatakannya pada tahap I akan dibangun gedung seluas 4.800 mteter dua lantai yang terdiri atas auditorium, galeri dan ruang penunjang. "Keseluruhan gedung ini akan menampung bidang ilmu Kaji Kreatif," ujarnya.
Sedangkan untuk Gedung Fasilkom berlokasi di zona ilmu sains dengan luas lahan 1 hektare, luas total gedung 20.000 meter persegi yang terdiri atas 8 lantai. "Proses pembangunan ini diproyeksikan akan selesai pada tahun 2013," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan sebagai salah satu universitas berskala internasional, UI memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya.
Salah satunya dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan berstandar internasional, seperti perpustakaan UI yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian dan direncanakan diresmikan pada awal tahun 2012.
Selain itu, UI juga sedang membangun Gedung Vokasi UI, yaitu tempat berkuliah yang terintegrasi dengan mahasiswa vokasi atau diploma UI.
"Diharapkan pembangunan sarana dan prasarana tersebut dapat meningkatkan kesadaran para akademisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan," harapnya.
sumber:

Wisuda UI ke 60, 26 Agustus 2010
Bersyukur pada Illahi dan terimakasih pd para sahabat. 2 kata yang tepat pada hari wisuda UI ke 60 th, Jumat 26 Agustus-10. Wimmy selesaikan kuliah 4 th, cukup singkat, shg bisa hemat banyak bila lebih lama. Terima kasih, juga kata yg tepat, kampus UI adalah wahana yang banyak kutemukan sahabat sejati ~ Friends Indeed R Friend in Need ! Putri ke-2 Syiki, baru masuk di FISIP. Keduanya suka maen kotak umpet sejak kecil hg kini, bila SYiki masuk, Wimmy selalu lulus, sejak SMP hingga kuliah. Apa mungkin keduanya kupanggil Input-Output.
Ungkapan syukur dan terima kasih, Wimmy, Syiki & aku sepakat untuk wujudkan dengan menanam sebuah pohon istemwa, Jambu Mawar, buahnya putih lembut aroma harum seperti harumnya bunga Mawar. Itu satu satunya koleksi pohon yg kurawat 4 th, menunggu waktu yg tepat kutanam. Sedang lebih 500 pohon Kenari & sawo Kecik sudah dibagikan gratis di Acara Homecoming Day ke-60 sebulan yg lalu.
Setelah acara wisuda selesai, dan kedua putriku Wimmy berfoto ria dg teman-2, Syki yg baru masuk mhs baru di FISIP juga selesai, kukeluarkan bibit pohon dan cangkul. Banyak sopir melihat terheran heran, Wisudawan & mhs baru kok bawa Cangkul dan pohon segala.
Kucari lokasi yang tepat, nah disamping Parkir Rektorat, karena harapan kami bila Pohon ini berbuah, bisa jadi penghilang rasa dahaga para Sopir di parkir, dan bila berbunga harumnya aroma bunga mawar bisa menjangkau Rektorat. Tanpa ijin pada Rektor atau bagian Hutan UI, karena bayangkan betapa sulitnya Birokrasi mau tanam pohon, Wimmy dan aku cangkul tanah, selanjutnya kutanam bibit jambu mawar. Daripada melakukan Illegal Logging, lebih baik lakukan "Illegal Replantation"...hikhik hik. Pohon itu kunamakan "UI-Sohib-M-B-SA-AK-Is-O-A-GPJ", sebuah singkatan nama sahabat sejati yg kutemukan di UI hingga kini dan seorang kawan Sma-1 .
Selesai kami tanam dan berpotret, setitik air mata menetes. Itulah kenangan yg indah. Wimmy & Syiki, keduanya masih berlanjut main petak umpet, bagai ikan tengiri yang selalu bergerak mengarungi samudra luas, seolah Indonesia hanya Aquarium yang terlalu sempit. Jangan jangan yang satu di Stasiun angkasa MIR dan Wimmy di NASA. Sulit juga kuajak tanam pohon lagi.
Semoga jambu Mawar itu berbuah lebat dan mengharumkan namamu...the next young greeneration !
SM