Selasa, 06 April 2010

Ditengah gejolak & Krisis, EKONOMI EKOSISTEM ya Solusinya.

Complementary, Eco Arts Carved Solid Tables and Replantation
Paradigma perekonomian & pembangunan kita harus didasarkan pada jati diri bangsa, yakni Ekonomi Kemanfaatan: Pertanian, Kerajinan, Industri, Perdagangan riil. Segala usaha, didasarkan pada kemanfaatan nyata. Bukan Value Engineering kapitalistik semu (penuh tipu muslihat) dari Bubble Economics (Money makes money). Ekonomi harus dibangun, yang mampu membangkitkan peran sosiologis masyarakat beserta potensi yang dimilikinya:kekayaan sumber alam, lahan, daya kreatifitas, kemauan, keunggulan. Manusia dan sumber-2 aset, dikembangkan.

Bila manusia berkembang (maju), niscaya akan tumbuh daya kreatifitas & daya kemajuan berikutnya. Contoh riil: lahan petani yang kini hanya rata-rata 0,5 ha/ petani, sudah saatnya ada Inovasi & kreatifitas pengolahan, baik jenis tanaman, pola penanaman, permodalan dan keterkaitan dengan pasar atau industri berikutnya. Misalnya, dengan kerusakan hutan yang mencapai 82 juta hektar, saatnya dikembangkan Visioner Hutan Mini atau Kebun Mini (hasil buah dan kayu) yang bisa mendukung dunia industri Kertas, plywood, meubel & kerajinan. Kini, kita kekuarangan kayu jenis Meranti dari hutan. Padahal pohon Duren, Kecapi, Bayur dll sangat besar potensi dikembangkan. Dalam masa 4-10 th bisa menghasilkan buah, selanjutnya pohon usia 10 th keatas bisa menghasilkan kayu. Dampak positif thd lingkungan sangat besar: menyerap air (kurangi banjir) , hasilkan O2 segar, menahan Erosi.

Sungguh Ironis: Berbagai Bendungan (dam) yang dibangun dengan biaya puluhan trilyun rupiah di Jawa, kini mengalami pendangkalan hebat, 4 kali lebih cepat dari rencana, karena tidak pernah direncanakan: Usaha Perlindungan dengan Visi yang Jelas (Ekonomi Hijau: Penanaman & Konservasi) wilayah hinterland yang merupakan masyarakat pedesaan-pertanian. (Mari belajar Kisah sukses Negara Muangthai dengan Duren Montong bukan hanya memajukan masyarakat, tetapi juga merubah citra dari Negara dengan wisata Sex ke Negara Pertanian maju.). Kita harusnya malu, pohon Kecapi dikembangkan Muangthai dengan rasa buah jadi Manis (aslinya Asam), dan pohon tumbuh lebih cepat besar. Pernahkan terpikir, Perkebunan Alpokat, Nangka, Matoa dll ? Padahal pohon tsb begitu MUDAH nya tumbuh, berkembang & berbuah !!!. dan besar permintaan pasarnya.

Bangsa kita, telah terbawa hanyut dalam ekonomi pasar kapitalistik, yang menampakkan “kesemuan”, bagaikan mencari fatamorgana, penuh jebakan dan ketidak-pastian. Betapa tidak. Mahzab & teori ekonomi berdasar pertumbuhan telah menyesatkan. Sumber alam, dikuasai & dikuras oleh kekuatan modal, disekuritisasi oleh perusahaan swasta (Nas & Asing), saham dijual ke pasar modal, dan jadilah: sumber alam (emas, batu-bara, migas, nickel dll) dikuasai kekuatan modal. Tiada pembatasan pengusaan lahan pertambangan, telah mengakibatkan negara alami krisis Energi Listrik !. Sialnya lagi, Kalimantan sbg gudang penghasil energy primer, tapi Listrik Byar Pett. Bisa mencetak seorang Konglomerat kaya raya dg kekayaan Rp.150 Trilyun, tapi Pemda mau mbangun rumah sakit dg investasi <>

Berlawanan dengan pasal 33 UUD.45 (Segala sumber alam, bumi, tanah & air dikuasai Negara & digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat). Begitu juga penguasaan hutan, lahan dengan HPH. Kini, sudah begitu boanyaknya pengusaan Lahan Tambang, Kawasan Penangkapan Ikan, Perkebunan, Hutan oleh swasta asing. Ekonomi nasional, begitu rawan terhadap Ancaman : Ketidak Nyambungan !. Hantaman sedikit saja terhadap gejolak harga Batu-bara, migas membawa Ancaman Krisis Energi. Bahkan Negara Agraris, tetapi RENTAN terhadap ancaman Krisis Pangan dan Kelaparan.

Masa, dalam 5 tahun sejak 2004-2009 hutang Pem melalui SUN dan LN sdh bertambah 392 trilyun, devisa kita dihisap lebih dari 1.000 Trilyun tiap tahun dari berbagai sektor. Kini dlm 2 bulan saja SBN sudah lebih 44 Trilyun (Jan-Feb 2010). ! Sialnya lagi: kini intensifikasi penerimaan pajak mau digenjot dari Penerimaan PBB, sedang rakyat sedang sempoyongan. Strategi apa, Upaya apa yg harus kita lakukan nampaknya kita terjebak dalam mekanisme pasar dunia, kita seolah bego kebingungan harus melakukan Revaluasi mendasar apa ...yang kita jelas hanyalah jadi Caplokan para pemain pasar kapitalis raksasa, apalagi dg CAFTA: kita akan digilas habis.

Saatnya, teori ekonomi & paradigma pembangunan mendasarkan falsafah alam: Ekonomi yang Menjamin Keseimbangan Ekosistem (dengan dasar keadilan manusia-masyarakat untuk bertahan hidup dan maju !). Lucu juga dari pertemuan UNEp di Bali, kita seolah enggak siap, bagaimana sih langkah kedepan kita, kecuali program-2 taktis perbaikan Lingkungan Laut, Hutan dlsb, yang sbenarnya "bulit in dg Strategi Pembangunan" apa yang harus kita jalankan dg Solusi Sistemik terhadap Lingkungan !

Sabtu, 06 Maret 2010

Perjalananku, Menembus Batas Waktu dan NKRI

Daku Bersyukur
bisa bepergian dg pesawatku ke angkasa luar,
dg kecepatan cahaya…300 rb km / detik,
kujelajahi alam jagat raya yg tiada terbatas, kutemui berbagai planet…
hingga planet yg semua unsurnya Berlian !

Akhrnya ku kembali setelah 25 tahun perjalananku,
kutemui berbagai kantong masyarakat kota yg miskin,
mulai Tanjung Priok, kramat, salemba, pulo gadung hingga
Jebres di Solo, Wasior, Mentawai, Kaimana di Sorong, pelosok2 Riau, hingga Papua,
di hampir 400 kota/kabupaten dan didesa desa,
kuhitung cepat…lebih 100 juta.

Kujumpai, wilayah tambang nan luassss….ratusan rb hektar..dikeduk,

batu bara, emas, nickel, besi, mangan dlsb,lautan luassss..

yg dikeduk ikannya di sepanjang Katulistiwa,

wilayah luas di tembagapura …brpuluh ribu hektar

Puluhan juta hektar hutan…bopeng,

jutaan hektar kebun sawit, coklat , karet dll..terhamparr.

kuhiitung cepat..hanya 200 trilyun / th devisa diperoleh

dari bgitu besarnya kekayaan alam indonesia.

aku heran,

lebih 140 juta rakyat miskin tersebut hanya terbengongg linglunggg
melihat lingkungan sekitar negerinya asing baginya
mereka sudah tak berdaya, tak berkuasa, tak memiliki

mereka buta…mereka tidak melihat…mereka tuli,

tapi hanya menjalani hidup bertahan hidup seadanya untuk menunggu kematian.

Lebih heran lagi

mereka masih fasih menghafal Nkri & Pancasila,

dan mereka “sangat militan” atas doktrin tsb,

bhkan rela mati, rela “menghujat bahkan membunuh” siapapun

yg hanya menyebut , menulis atau mengkritik…tentang ancaman Nkri bubar.

Jumat, 11 Desember 2009

"ENJOY JAKARTA" BIDIK PASAR WISATAWAN RUSIA








London, 16/11 (ANTARA) - Pemda DKI Jakarta memboyong Abang dan None Jakarta 2009, Ahmad Murtadhod dan Wimmy, untuk membidik wisatawan di Rusia dalam perhelatan akbar yang digelar di dua kota utama, Moskow dan St. Petersburg yang bertema "Enjoy Jakarta".

Banyaknya jumlah wisatawan Rusia ke berbagai pelosok dunia, termasuk Bali, menjadi incaran banyak pihak termasuk Pemda DKI Jaya yang terjun langsung dalam penetrasi pasar wisata, ujar "Counsellor", KBRI Moskow, M. Aji Surya, kepada koresponden ANTARA London, Senin.

Selain melakukan peragaan busana dan pentas seni di sebuah mal ternama di Moskow, Pemda DKI Jakarta juga menggelar pameran di Moskow dan St. Petersburg selama lima hari sejak Minggu (15/11).

Selain mempromosikan obyek wisata yang ada di ibu kota, Pemda DKI Jakarta juga memperkenalkan makanan nasional dalam acara "Indonesian Food Festival" di sebuah hotel bergengsi di Rusia.

Menurut M Aji Surya, melengkapi promosi pasar wisata secara besar-besaran, Pemda DKI juga menggelar konfrensi pers yang dipandu langsung oleh Abang dan None Jakarta.

Sementara itu, Kadinas Pariwisata dan Budaya DKI, Arie Budiman, mengatakan persaingan merebut pasar wisatawan harus dikerjakan secara serius.

Jakarta yang menjadi pusat budaya dan metropolitan Indonesia tidak boleh kalah dengan daerah lain di Indonesia. "Segalanya ada di Jakarta, tidak ada istilah kalah dalam persaingan," katanya.

Pemilihan pusat belanja sebagai salah satu tempat pertunjukan dengan menggelar pameran aneka batik karya Allure dan Ramli itu dimaksudkan untuk menggaet masyarakat Rusia berkantong tebal.

Dalam pentas seni budaya Pemda DKI Jakarta menampilkan 10 penari, di antaranya rampak gendang, jonjotan dan nyanyian Jali-jali.

Menurut rencana pada tanggal 17 Nopember digelar pertemuan "tour operator" dari Jakarta dan Moskow dan sekitarnya, disambung dengan pertemuan dengan kalangan wartawan setempat.

Selai itu juga akan diadakan "one-on-one meeting", para tamu akan disuguhi makan malam khas Indonesia dengan juru masak yang khusus didatangkan dari tanah air.

Selama lima hari berturut-turut, masakan Indonesia dapat dinikmati masyarakat Rusia pada saat makan siang dan malam di Swissotel.

Menurut Kabid Promosi Pariwisata DKI, Sri Juniarty, wisata kuliner merupakan salah satu cara ampuh dalam promosi wisata.

"Orang tidak perlu berargumentasi, bila memang enak di lidah," katanya. Perhelatan yang sama nantinya juga akan dipindahkan di kota kedua terbesar di Rusia, St. Petersburg.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Hamid Awaludin, menanggapi positif kegiatan ini dan menggarisbawahi bahwa upaya tiap daerah untuk penetrasi pasar wisatawan harus dilakukan, bila tidak ingin kalah oleh Bali.

Menurut Dubes, semua daerah memiliki tujuan wisata yang uni dan kaya akan budaya, sayangnya belum banyak diketahui oleh orang asing untuk itu perlu promosi terpadu, jitu dan kontinyu.

TERLALU CEPAT KESETIAAN BERLALU


'ku tertegun bagai mimpi semalam diatas kereta kuda yang membawaku dari Yogya ke Bandung, Kutuliskan naskah, sebuah ~Visioner kereta api Indonesia kedepan~ Sobat, pemerintah adalah penyedia jaringan kereta, kereta api kelola stasiun, gudang, toko, restaurant, hotel , kereta api kelola loko-gerbong miliknya dan bagi swasta, bebanmu...angkut 250 juta penumpang agar selamat, kelola cermat dan jagalah dirimu baik-baik. Doea tahun berlalu cepat, dirimu sulit kugapai dirimu lupa keretamu cepat tinggalkan kereta kudaku, padahal dirimu diatas kereta cepat yang penuh hantu, penuh pesona rayuan investasi yg menyesatkan. Ah sayang ...ku sungguh sedih, kau terlalu cepat tinggalkan kesetiaanmu, kau terlalu jauhhhh pada sobatmu diatas kereta kuda yang bisa melecut, ingatkan dan menjaga dirimu dan jalanmu, apa sudah diatas rel kereta yang benar, atau mengantar dirimu menghuni hotel prodeo ?! 'ku hanya tertegun... terlalu cepat kesetiaan berlalu, hilang ... sirna sudah sejatinya kawan yang menjagamu. (bumi periangan, bandoeng 28 Oktober 2009)

Pemprov Jakarta Targetkan 90 Juta Wisatawan Domestik







Laporan wartawan KOMPAS Harry Susilo
SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jakarta menargetkan dapat mendatangkan 90 juta wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jakarta pada tahun ini. Wisata belanja, hiburan, dan bahari diharapkan menjadi daya tarik utama untuk menyedot wisatawan. "Selain wisatawan domestik, Pemprov Jakarta juga menargetkan terdapat 1,6 juta wisatawan asing berkunjung ke Jakarta," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Budhiman di sela-sela acara Jakarta Tourism Expo (JTE) Road Show, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/6). Selain Kota Semarang, JTE Road Show juga mengunjungi Balikpapan, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya. Arie mengungkapkan, Jakarta dikunjungi setidaknya 80 juta wisatawan domestik dan 1,5 juta wisatawan asing sepanjang tahun 2008. Jumlah ini meningkat 26,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Arie mengakui, tingginya kunjungan wisata ke Jakarta tidak terlepas dari keberadaan Jakarta sebagai kota pusat perdagangan dan pemerintahan. Namun, upaya untuk menghidupkan pariwisata tetap dilakukan agar membuat wisatawan merasa betah. Keuntungan untuk ke Jakarta adalah aksesnya sangat mudah, ucapnya. Pada tahun ini, Pemprov Jakarta mencanangkan slogan Enjoy Jakarta yang berisi kegiatan Pekan Raya Jakarta dan penawaran paket wisata ke beberapa daerah dengan komponen kegiatan hiburan, rekreasi, dan belanja. Dalam tiga tahun ke depan, Arie mengakui, Pemprov Jakarta akan serius mengembangkan potensi bahari di kawasan Kepulauan Seribu dan industri kreatif yang dipusatkan di kawasan Kota Tua. "Hal ini agar dapat menjadi daya tarik wisata yang tidak terdapat di daerah lainnya," ucap Arie. Dengan JTE Road Show, Arie berharap, lebih banyak lagi orang yang akan berkunjung ke Jakarta sehingga target kunjungan wisatawan domestik dapat tercapai. Ia mencontohkan, pengunjung dari Kota Semarang ditargetkan dapat mencapai 2,5 juta orang pada tahun ini. Hal ini disebabkan oleh semakin tingginya frekuensi transportasi ke Jakarta, yaitu 20 kali penerbangan dan 9 kali perjalanan kereta api. Koordinator Perjalanan Wisata Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jakarta Teddy I Tjahjadi mengatakan, paket wisata yang paling diminati wisatawan yang berkunjung ke Jakarta adalah paket keliling kota (city tour), paket belanja, paket spa, dan paket hiburan. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Budianto mengatakan, adanya program JTE road show ini dapat menjadi momen bagi para pelaku usaha wisata dari Jakarta untuk melihat langsung potensi Kota Semarang agar dapat menjadi salah satu produk yang bisa mereka jual. Biro wisata di Jateng juga dapat menjalin kerjasama dengan mereka lewat momen seperti ini, ucap Budianto.

Nikmatnya secangkir kopi Pahit 007 setelah meneguk Rp.4 trilyun !!


Pagi itu, Jum'at Juni 2007,
Berkemeja Batik dengan parfum Hugo Boss dan seberkas Produk Eco Art dengan cover "Ukiran" yg wah telah kupersiapkan....tuk menemui seorang kawan, deputy gubernur BI. Tepat jam 11. kami berdua, bersama M.Dahlan (sekjen Perbasi) diterima dengan hangat..layaknya bagai kawan lama semasa mahasiswa. Obrolan santai, kami lebih banyak perkenalkan diri sebagai "kawan kawan yg bergerak di sektor riil.....dengan nama Eco Art, sebuah produk ukir dari kayu, yang bahan bakunya dari pohon Budidaya, bukan pohon dari hutan alam. Dan usaha tsb kami padukan dengan Nursery Mini, untuk mendukung Reboisasi, kebun mini atau hutan mini. Dengan semangat visioner murni, yang akan menjawab tantangan kedepan dalam aspek Global Warming dan Paradigma Ekonomi yg menjamin Kesinambungan kedepan. Sambutan sang deputy Gubernur BI sangat hangat.........namun begitu kami sampaikan harga sebuah meja Aristokrat dari pohon berusia 150 tahun, dengan ukiran "Gunungan wayang" sekitar 50 juta rupiah, dahi kawanku berkerut.....kira-kira kubaca pikirannya: duhhh mahal banget yaaaaahhhhh. "Bagaimana kalau bikin pameran dengan BI untuk produk-2 yg berharga kurang 5 juta Syid?" ajaknya ramah. Aku bingung lagi....sbg UKM dengan segala energy dan modal yg telah tercurah 100% untuk produk-produk yg berkelas, ternyata jauhhh meleset perkiraanku: bahwa ternyata daya beli dari para elit bangsa ini ternyata sekitar Rp. 4 juta. Bagaimana bisa memutar balik, stok yg sudah terlanjur untuk produk yg sbenarnya masih dalam kategori sangat rendah. "Oke sobat...kami senang sambutanmu!.Selamat bertugas, semoga Bank Nasional makin Maju!" Kuhabiskan secangkir kopi dengan cangkir yang mewah, dan kami pulang meninggalkan kawanku.
********************
Dua tahun Kemudian, Senin malam 2009 Kudengar penjelasan Wapres RI, Pak Jusuf Kalla "bahwa yang dilakukan oleh Pemilik Bank Century adalah Perampokan sistemik sebesar Rp. 4 trilyun !. Bail out mestinya hanya 2,7 trilyun. Memoriku teringat disaat aku bertemu dengan Kawanku yang Deputy Gubernur BI..kalau bisa produk-produk yang berharga Rp.4 juta saja. Otakku berkecamuk: Bagaimana bisa pengawasan BI kebobolan shg Pemerintah nyuntik Rp.4 trilyun untuk Obligasi Bodong?? Inikah negara Angkara Murka, sebuah Kertas "Obligasi Bodong BISA meraup Rp.4 trilyun !!

Pendet & Srimpi, Lovely Dancing...Care Your Body..then U'll get Lovely Body !



Menari....Bersyukur.....!
bisa kita ekspresikan dg mencintai "karunia Ilahi" atas diri kita,
menari...melatih & pelihara tubuh kita,
sejalan mencintai melestarikan seni budaya kita,
Tari Srimpi...tari Pendet atau...tari Gambyong...bs juga Aerobic.
Manfaatnya....kau dapat "tubuhmu yang indah, luwes, elegan...sehat,
....dan enak serasi berjalan
....akhirnya estetis enak dipandang.
mungkin putriku....yg suka menari Pendet,
sungguh Allah telah berikan manfaat dalam dirinya
dalam ikut kompetisi none jakarta yg butuhkan "performa ideal IQ, ESQ & Performance".
Kalau ...saja Bangsa & Negara dg "Hati yg Tulus mencintai karya seni Tari",
ayo kita buka "Pendet Aerobic""....
Niscaya kita enggak kebakaran Jenggot...
toh Tari adalah ciptaan manusia...Karunia Illahi...
yg niscaya dihargai manusia negeri tetangga,
Malaysia ! Thanks God...Our neighbour country is still appreciate our Lovely Dance !