Senin, 19 Januari 2009
Kamis, 15 Januari 2009
Jumat, 09 Januari 2009
KPK...Ayo Berpikir KRITIS...KPK !!

| Akrobat Pemberantasan Korupsi | | | |
| Thursday, 01 January 2009 | |
| Setahun sudah Antasari Azhar memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebuah lembaga yang sangat ditakuti para koruptor. Gebrakan demi gebrakan pun dilakukan lembaga ini. Hasilnya, lebih dari 30 kasus telah dimeja hijaukan. Bagi sebagian kalangan di masyarakat, drama KPK yang dilakoni Antasari Azhar disambut euforia. Bahkan ada yang terke-sima dan meneteskan air mata kekaguman: Terhipnotis berita-berita menegangkan seputar perburuan korupsi yang secara seragam disajikan dipelbagai media massa. Mantan Direktur Penuntutan pada Jam Pindum Kejagung ini, dipuja bak dewa pemberantasan korupsi. Ditengah pujian media massa, dengan bangga KPK mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp 408.052.248.516. Suatu kebanggaan yang patut dievaluasi dari sisi perbandingan anggaran operasional KPK yang menguras lebih dari Rp 300 miliar per tahun. Bila dilihat secara lebih rinci dan mendalam, sesungguhnya prestasi KPK belum memuaskan. Sebagian besar kasus yang ditangani oleh KPK adalah kasus penyuapan dan mark up dalam pengadaan barang dan jasa, tanpa menyentuh halaman koruptor kelas kakap. Maka tidak heran, bila pengembalian asset recovery yang berhasil dikumpulkan oleh KPK pun terhitung sangat kecil. Lantaran akrobat KPK yang bertujuan menghindar untuk membongkar kasus kasus besar tersebut, membuat sejumlah elemen masyarakat berang. Tiga pekan lalu, puluhan aktivis yang tergabung dalam organisasi Barisan Rakyat Sikat Koruptor BLBI (BRSK BLBI) menggelar aksi ke gedung KPK. Mereka mendesak agar Antasari dan koleganya di KPK segera memberikan kepastian batas waktu untuk menyidik para pihak yang terlibat dalam kasus BLBI. “Kita beri batas waktu hingga bulan Februari. Jika KPK tidak segera menangani kasus BLBI maka kami akan menggalang solidaritas yang lebih besar untuk menduduki KPK,” tegas Benediktus Adu, koordinator aksi BRSK BLBI. Benediktus Adu, mengatakan, semua pihak harus berhati-hati dengan cara pena-nganan korupsi yang sedang dimainkan oleh Antasari Azhar. Menurutnya, Mantan jaksa tersebut pada masa lalu disinyalir ikut terlibat dalam penanganan kasus BLBI di Kejagung. Kekhawatiran yang sama juga disampaikan Ketua Masyarakat Hukum Indonesia (MHI), Mohammad Tohir SH. Menurutnya, Antasari Azhar dan koleganya di KPK tidak menunjukan sikap serius dalam menyikapi kasus BLBI. “Antasari Azhar adalah pembohong besar jika masih menghindar untuk menangani kasus BLBI,” ujar Tohir. Ketua Iluni UI Kontra Korupsi, Mursyd SE kepada Expand mengatakan, KPK yang dibentuk pemerintah dan DPR perlu ditinjau kembali. Menurutnya, sejak awal pembentukan lembaga ini adalah bersifat transisional. Di mana peran dan misi utamanya adalah membongkar kasus kasus mega korupsi yang terhalang oleh problem kompleksitas birokrasi yang ada di internal Kejaksaan dan Kepolisian. Menurut pengamatan Mursyd, indikator penanganan kasus korupsi yang dilakukan KPK sejak tahun 2003 – 2008 belum menunjukan adanya lompatan yang berarti. Di mana dari sisi keberhasilan KPK mengembalikan uang negara belum menembus satu triliun rupiah. “Jumlah pengembalian uang negara yang dikorupsi lebih dari seribu triliun. Itu masih terhitung dari kasus BLBI belum lagi kasus kasus besar yang terjadi di BUMN, Tambang, Migas, Pajak dan utang luar negeri. Jumlah kehilangan uang negara bisa menembus 3000 – 4000 triliun. Namun mengapa KPK seolah sibuk dengan kasus kasus kecil yang cenderung terkait de-ngan muatan kepentingan politis,” ungkap Mursyd. Lanjut Mursyd, pemerintah dan DPR perlu melakukan ekstra dukungan sistemik kepada KPK melalui penguatan anggaran operasional dan pengawasan kinerja. DPR dan pemerintah tidak bisa serta-merta membiarkan KPK bergerak tanpa adanya prioritas dan neraca penanganan kasus. “Jika hal ini tidak segara dievaluasi secara serius, maka KPK dapat berpotensi menjadi sebuah lembaga yang liar dan kontraproduktif,” katanya. Secara khusus ia menegaskan, KPK perlu segara bertindak memeriksa Ditjend Pajak. Lembaga yang dipimpin Darmin Nasution ini ditengarai menjadi sarang penggelapan uang negara secara kasat mata. “Biar tidak dibilang pembohong besar, saran saya agar KPK segera melakukan pengungkapan kejahatan manipulasi pajak yang sampai saat ini tidak tersentuh hukum. Coba saja, apakah KPK berani?,” ujar Mursyd. Untuk membaca ulasan selengkapnya, silakan membeli majalah Expand di agen, outlet terdekat, atau hubungi sirkulasi Majalah Expand: 021- 98279061 / SMS: 08151680879 (Yusuf). |
Kamis, 08 Januari 2009
Rain and melting snow bring floods to Washington
INI LOH...ANCAMAN GLOBAL WARMING !!SNOQUALMIE, Wash. – More than 30,000 people were urged to leave their flood-endangered western Washington homes as swollen rivers, mudslides and avalanches engulfed neighborhoods and roadways.
Rising waters led state highway crews to close a 20-mile stretch of Interstate 5 around Chehalis on Wednesday evening. The state's three major east-west routes across the Cascade mountains also were closed by avalanches and the threat of more slides.
Highway officials hoped to reopen one main east-west route sometime Thursday — likely Interstate 90 across Snoqualmie Pass — "to get people moving and freight moving and supplies moving," said Transportation Department spokeswoman Alice Fiman.
The National Weather Service issued flood warnings for about two dozen rivers in western Washington and Amtrak passenger train service out of Seattle was suspended due to mudslides.
Fire trucks rolled through Orting, about 10 miles southeast of Tacoma, with loudspeakers Wednesday, advising everyone to leave the town and surrounding valley, home to about 26,000 people. Sandbags were placed around many downtown homes and businesses as the Puyallup River neared record levels.
Kim and Carl Scanson closed their Around the Corner restaurant when Orting police told them of the recommended evacuation. They sent employees home to care for their families.
"It's scary, but everybody works together in this town," Kim Scanson told The News Tribune as she helped pack sandbags around the city's water treatment plant.
Some residents also left their homes in the nearby towns of Puyallup and Sumner. Fife Mayor Barry Johnson suggested roughly 6,000 people voluntarily leave their homes in that city near Tacoma and Interstate 5.
Tacoma Mayor Bill Baarsma declared a civil emergency for his city of about 200,000, south of Seattle, largely because of Puyallup River flooding risks to the city's wastewater treatment plant. State emergency officials said voluntary evacuations were recommended for Snoqualmie, a riverside town 25 miles east of Seattle, and for the southwest Washington cities of Naselle, Packwood and Randle.
The Snoqualmie River at Carnation, in the rural Snoqualmie Valley, was measured at 61.3 feet Wednesday night, 7.3 feet above flood stage and a record for measurements kept since 1932, weather service meteorologist Jay Albrecht said.
Meteorologist Andy Haner said warmer temperatures and heavy rains were melting snow that was dumped on the mountains during a weekend storm, with 10 inches of snow melting in a 12-hour period at Snoqualmie Pass.
Rainfall totals for the 24 hours ending at 11 p.m. Wednesday included 6.86 inches at Marblemount in the Cascade foothills east of Mount Vernon; 5.85 inches at Glacier, near Mount Baker; and 6.3 inches at Snoqualmie Pass.
In Orting, several dozen people and a number of pets were rescued by boat Wednesday morning, Pierce County sheriff's spokesman Ed Troyer said.
Diane Knowles of Eatonville said those rescued included her 81-year-old father-in-law and her brother- and sister-in law, who in past flooding arranged for the family to bring rescue boats.
"It came up so fast this time, there wasn't really time to think about it," she said.
An avalanche of snow and mud about 100 yards wide damaged some weekend recreation homes in the Hyak area east of Snoqualmie Pass. All homes at Hyak and condominium complexes at the base of the ski area were evacuated.
The debris field spanned eight houses, including one that was severely damaged, and two occupants of that home were treated for minor injuries, said Matt Cowan, chief of Snoqualmie Pass Fire and Rescue.
Chris Caviezel, who has lived at Snoqualmie Pass for about seven years, said conditions were the worst he has seen. "We're getting avalanches and we're being flooded," Caviezel said.
In Snoqualmie, kayakers paddled in the street as city officials urged residents in the flood plain of the Snoqualmie River to leave before they became trapped.
Rachel Myers stood across a flooded parking lot from her home and waited for her father to pick her up in a boat. She said her family has lived in the house since her great-grandmother built it, but they've decided this will be their last winter there.
"With flood after flood, it just gets more ruined every time," Myers said.
In the east, Spokane, already beset by more than 6 feet of snow in the past three weeks, was hit with rain and temperatures in the mid-40s, triggering a flood warning for the area. The city's schools were closed Thursday, giving its 29,000 students a third unscheduled day off this week.
In Oregon, high winds toppled trees along U.S. 26, forcing the highway's closure and stranding some motorists while crews worked to clear the road. The weather service posted flood warnings for areas along several rivers and a flood watch for all of northwest Oregon.
In Alaska, extreme temperatures — 60 below zero in Stevens Village, which is about 90 miles northwest of Fairbanks — have grounded planes, disabled cars, frozen water pipes and even canceled several championship cross country ski races.
___
Associated Press photographer Ted Warren in Orting and AP Writers Doug Esser and Tim Klass in Seattle contributed to this story.
Jumat, 02 Januari 2009
Dengan DURIAN & MAHONI Membangun Jawa Barat !!

1.Jati & Mahoni, akan menghasilkan kayu untuk dukungan industri meubel, yang kebutuhannya ratusan ribu m3 untuk pasokan ke Mancanegara, selain fungsi lingkungan. Pohon sudah bisa ditebang mulai pada usia 6-8 tahun
2. Alpokat dan Duren, akan menghasilkan buah Duren yang harum, berarti memberi penghasilan rutin dari penjualan buah duren. Setelah pohon berusia 9 tahun, pohon duren bisa memberikan kayu jenis Meranti, yang kini pasokan dari hutan alam/ produktif mulai dihentikan.
Dari pengamatan fakta Krisis pada 1997-1998: Wilayah Pedesaan yang menghasilkan Buah & Sayur serta Kayu, sangat minim terimbas Krisis. Bahkan jadi Penyelamat. Nah Pola ini yg mestinya dipacu dan digencarkan.
Dalam masa waktu 5-9 tahun itulah, ribuan-puluhan ribu pohon memberi kemanfaatan ekonomis-lingkungan dan sosial nyata. Dan Habib satu ini (salah satu Wakil Rakyat yg gigih MENGGOLKAN 70 ribu GURU BANTU HONORER MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL) keturunan Ambon, benar-benar ingin memacu TRANSFORMASI SOSIAL RAKYAT DESA, menggapai kemajuan ekonomi dengan Industrialisasi yg terkait Pertanian, Perkebunan & Kehutanan. Mungkin jiwa "merakyat" ini didasari dari tanah leluhurnya di Pulau GESER yang Nelayan dan Petani. Selain itu, kegelisahan Habib ini dengan "Mobilisasi para Ibu-2 dan Bapak-2" di wilayah Cianjur & Sukabumi yang bekerja ke Luar Negeri (TKW & TKI) ~ SEDANGKAN TANAH CIANJUR & SUKABUMI SANGAT SANGAT SUBUR"!. Sementara PT.Perhutani setempat kurang memiliki "Hubungan yang bisa memajukan Masyarakat setempat. Mantan Perdana Menteri Thailand saja bisa merubah Muangthai: Through Durian Montong to The World dan merubah Citra dari Negeri Wisata sex menjadi Negeri dg Unggulan Buah-2an.
********************
Menyentuh juga ya uraian Habib ini, apapun alasan Beliau untuk melakukan "Greenomics" untuk tujuan Mulia... Patut diacungi Jempol !. Green Actions...for Greenomics. Ekonomi Ekosistem yg Menjamin Keberlangsungan Pembangunan. SEMOGA BERHASIL Ajengan Hb.Sayuti !!
Jumat, 19 Desember 2008
KERJASAMA GREENOMICS-2 DG Ir.Sayuti Asyathri..SOHIB LAMA

Kuangkat telpon dari sohib lama..Ir.Sayuti Asyathri, sering kupanggil Bib Sayuti
"Mursyid, ada bibit pohon apa saja ? di rumahmu" dari Perdatam, Bib Sayuti menyapa
"Yaaa Bib...ada Mahoni, Duren, Matoa, Kecapi dll", tinggi sudah 40cm up. Ditanam dimana Bib?" tanyaku, pada Habib Sayuti..
"Oke Bib...ada sekitar 5.500 pohon.. Siap .harga murah, aku kasih bonus Pupuk Kandang 2 ton. Biar tanaman hidup segar. "sejenak kugeser tempat sinyal lemah
Kamis, 11 Desember 2008
VISIONER KERETA API INDONESIA (KAI)

Untuk Mampu Memenuhi Tuntutan Kebutuhan / Kemajuan Zaman
Sunan Mursyid Santoso
LSDP menurunkan Visioner usaha Kereta Api Indonesia, mengingat perjalanan bangsa-negara Indonesia sejak merdeka hingga kini (62 tahun), KAI belum menunjukkan kemajuan yang berarti dibanding kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan penumpang, kemajuan teknik dan kemajuan usaha. Padahal Kereta api adalah angkutan massal yang sangat efisien, dibanding masalah menipisnya sumber Bahan Bakar Minyak nasional untuk moda transportasi lainnya. Sehingga citra latent KAI adalah waktu tempuh lama (kurang maju) selalu merugi padahal penumpang berjejal penuh sesak dan rawan kecelakaan.
A. LATAR BELAKANG
a. Permintaan untuk angkutan massal yang memadai & cepat semakin besar dengan jumlah kebutuhan mencapai 150 juta penumpang tiap tahun, dan permintaan angkutan barang yang makin besar,
b. Di Pulau Jawa, ketersediaan angkutan darat, udara, laut semakin sulit terpenuhi sejalan dengan penambahan jumlah penduduk & penumpang yang semakin besar, serta biaya (cost) yang mahal untuk BBM. Untuk wilayah Jabodetabek, angkutan kereta api, harus mampu memenuhi commuter yang menghubungkan DKI-Jaya dan 5 kota sekitar yang diperkirakan akan mencapai 5-10 juta tiap hari pada 2010 hingga 2020. Sedang untuk wilayah Jawa, harus memenuhi penumpang mencapai 150-200 juta juta penumpang tiap tahun, dengan tingkat kecelakaan minimal dan menguntungkan (tidak rugi yang selalu disubsidi Negara).
c. KAI memiliki kelemahan mendasar & fundamental yang harus melakukan perubahan mendasar sebagai KENISCAYAAN yang harus dijalani untuk menjawab tantangan yang besar di atas, sehingga KAI bisa lepas dari kondisi GERBONG TUA YANG BERJALAN DIATAS REL TUA, DIKELOLA OLEH ORGANISASI / MANAJEMEN KUNO, SEHINGGA RAWAN KECELAKAAN, ANJLOK & PENUH SESAK dan MERUGI.
B. PERUBAHAN-PERUBAHAN MENDASAR
Untuk memenuhi tuntutan besar sebagai konsekuensi kemajuan jaman, KAI harus melakukan perubahan yang sangat mendasar, yang meliputi Visi Usaha Per-kereta apian dengan berbagai dimensi usaha, Perubahan Organisasi KAI sesuai dengan Visi dan Dimensi usaha, Strategi & Pentahapan perubahan, Perubahan Strategi Kapitalisasi untuk pembangunan & Usaha serta Pelaksanaan Rencana Urgent Jangka Pendek-menengah. Perbaikan dan pembangunan KAI yang dilakukan secara gradual (marginal improvement) dengan sistem tambal sulam (setapak) justru akan menjebak KAI dalam masalah yang lebih kompleks. Tantangan yang harus dijalani kini adalah mempersiapkan Kerangka / Tatanan Perubahan Mendasar, dan setelah Tatanan baru yang dipersiapkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga 50 tahun mendatang, adalah mengganti / merobohkan organisasi-tatanan-sistem yang selama ini berjalan (prepare new system, applying & demolishing old system).
B.1. Perubahan Visi Mendasar KAI serta Dimensi Usahanya
Menyikapi KAI adalah badan usaha sementara prasarana rel kereta api dibangun oleh Pemerintah (Departemen Perhubungan), dan organisasi-system KAI masih berdasarkan paradigma lama (organisasi kuno) yang sulit merespons tuntutan permintaan dan kemajuan jaman, maka KAI harus melakukan mempersiapkan dan merubah VISI Usaha yang mampu memenuhi / merespons kebutuhan hingga 50 tahun kedepan, dengan 4 sifat yang harus diemban: makin maju (cepat & aman), makin untung (value added centre), responsif-akomodatif peran swasta dan minim kecelakaan. VISI Usaha KAI sudah saatnya mampu merumuskan Koordinasi-Sinkronisasi yang selalu “TUNNING-IN” dalam 3 bidang usaha, yakni : Usaha Prasarana Rel, Usaha Carrying Penumpang (Loko-gerbong), Usaha Pelayanan Stasiun & Property dan Kebutuhan Modal (Kapitalisasi) untuk pembangunan. Kendala UU atau Aturan yang mengekang usaha KAI untuk maju, harus direspons dengan Penyiapan Perumusan UU & PP yang tunning-in dengan Visi Usaha KAI tersebut. Adapun perubahan Visi usaha KAI dapat dirinci sbb:
a) Visi Prasarana Rel Kereta Apiserta Tantangan 50 tahun,
b) Visi Industri Pengangkutan (Carrier) & Dimensi Usahanya: KAI dan Swasta,
c) Visi Stasiun & Dimensi Usaha Industri Property (Mall, Hotel, Apartment, Pergudangan),
d) Visi Industri Lokomotif & Gerbong dan Usaha Perbaikan & Spare-parts,
e) Tunning-in Organisasi Perusahaan Anak KAI & Perubahan UU Yang Dibutuhkan
f) Visi Kapitalisasi & Akomodasi peran swasta (merubah dominasi usaha) yang mampu menjawab ad.a s/d ad. d
g) Perubahan UU & PP Yang Dibutuhkan Untuk Pemenuhan Visi ad.a) s/d f).
Penyiapan VISI Usaha KAI diatas, dapat diibaratkan sebagai penyiapan infrastruktur Organisasi-System yang baru, untuk mengganti organisasi-sistem yang lama. Selanjutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana strategi dan pelaksanaan rencana bertahap. Sistem Organisasi KAI yang selama ini “vertically integrated” telah terjebak dalam kelemahan-kerapuhan (sdm, modal, teknologi, sistem manajemen) yang mengakibatkan unit-unit kegiatan mencipatakan “cost-centre” dan kebocoran dengan hasil akhir kerugian. Akibatnya KAI sulit merespons permintaan yang sangat-sangat besar masyarakat. Kendala UU dan Peraturan yang mengekang KAI menambah kelemahan mendasar dalam meraih peluang untuk menambah Kapitalisasi untuk pembangunan rel, menambah loko-gerbong, utilisasi asset lahan untuk property dlsb. Apabila kita menyaksikan pelayanan KRL-Jabotabek sehari-hari: sungguh sangat menyedihkan: ratusan orang berjejal penuh sesak dalam tiap gerbong, dan mengabaikan potensi puluhan –ratusan ribu penumpang tidak terangkut~~ Ironis dengan angkutan Metro Mini, Sopir-kenek sering konflik hanya memperebutkan 1-2 penumpang!! Padahal Pemda DKI-Jaya niscaya berminat bila diajak dalam anak perusahaan KAI untuk melayani jutaan warganya yang menggunakan KRL. Demikian juga Pemda Jabar, Jateng, DI-Yogya dan Jatim serta Banten.
B2. Pelaksanaan Rencana Bertahap
Setelah Kerangka/ Tatanan Mendasar ditetapkan dengan payung hukum yang jelas dan sesuai dengan yang dibutuhkan, Tahap selanjutnya meletakkan-melaksanakan Strategi dan Rencana bertahap. Pentahapan pelaksanaan mendasar adalah menetapkan induk dan memecah organisasi / anak unit usaha dengan basis orientasi Vallue Added Centre & Publik menurut Perwilayahan (Zoning) Pemerintahan. Induk perusahaan adalah organisasi inti yang akan melahirkan anak-anak perusahaan dan sebagai Koordinasi-Sinkronisasi sistem KAI.
Unit Pembangunan Rel yang selama ini direncanakan & dibangun Pemerintah, sudah saatnya dijadikan anak perusahaan infrastruktur, misalnya: PT.Indo-RT (Indonesian Railways Transport). Pendirian unit usaha khusus untuk rel, dapat memiliki fleksibilitas dalam perencanaan, pembangunan dan kerjasama investasi dengan sumber-sumber keuangan, dengan dasar “bagi hasil keuntungan” (bukan pinjaman), untuk menghindari “default” atau masalah yang berhubungan dengan asset lahan atau asset KAI. Penyediaan infrastruktur rel oleh Anak perusahaan akan memiliki “keterukuran” usaha yang tinggi dalam pembangunan jalur-jalur baru, perbaikan-pemeliharaan dan perencanaan pembangunan kereta api di luar Jawa. Sumber-sumber keuangan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah beserta masyarakat dapat dimobilisasikan dalam investasi anak perusahaan rel. Sedang integrasi usaha prasarana adalah Stasiun dan jasa property diatas lahan-lahan KAI yang selama ini nganggur-kumuh di kota-kota besar. Dengan demikian, kalkulasi beaya-keuntungan (cost-benefit) dari investasi pembangunan rel memiliki komplemen dengan Stasiun sebagai kontrol penghasilan, dan unit property (hotel, mall, mart, gudang dll) sebagai tambahan income. Pemerintah daerah dan masyarakat daerah yang terlibat dalam kapitalisasi (kepemilikan saham) akan lebih memelihara prasarana rel KA.
Unit usaha Loko-Gerbong (Carrying) akan lebih mudah dijadikan anak perusahaan / unit usaha dengan membuka kesempatan swasta dan Pemerintah Daerah untuk masuk dalam usaha loko-gerbong (carrying). Persaingan usaha SANGAT DIBUTUHKAN sebagai pemacu motivasi untuk kompetisi: pelayanan, tarif dan vallue added. Masuknya swasta dalam carrying akan lebih meringkankan negara dimasa mendatang yang alami kesulitan dalam menutupi subsidi kerugian KAI, sekaligus sebagai kontrol terhadap “budgeting” KAI dan menekan kebocoran. Demikian pula untuk unit pelayanan “Bengkel Perbaikan” sudah harus dijadikan unit usaha (anak perusahaan) dan terbuka untuk Swasta masuk dalam usaha Bengkel sebagai kompetitor, sehingga unit bengkel tidak menjadi “cost & sunk cost centre” bagi KAI.
Untuk merespons tuntutan permintaan yang sangat besar di wilayah Jabodetabek, sudah saatnya dibentuk anak perusahaan , misalnya Joint-Venture dengan Pemda DKI-Jaya dengan membentuk PT.MRT-KAI-Jaya (Mass Rapid Transportation KAI Jakarta Raya). Pembentukan usaha patungan KAI dengan Pemda DKI-Jaya dan masyarakat, akan mempermudah-mempercepat pembenahan dan perubahan mendasar dalam KAI di berbagai wilayah.
a) Pembagian Usaha (Value Added & Publik) dan Organisasi Menurut Visi Mendasar
b) Kajian Perusahaan Induk & Anak Dalam Menjawab Tuntutan Kapitalisasi
c) Kapitalisasi (obligasi) dengan melibatkan PEMDA & Masyarakat untuk membangun infrastrukstur & Stasiun (+Property dalam Revitalisasi asset KAI)
d) Kapitalisasi Syariah untuk Anak Perusahaan Pengangkutan (Carrier)
e) Anak Perusahaan Jasa Pemeliharaan Rel & Carrier (VA Center)
f) Anak Perusahaan Jasa Property & Pergudangan (VA Center)
g) PP Yang Dibutuhkan
B3. Rencana Urgent Jangka Pendek
Penerbitan Obligasi/ Penyertaan Daerah/ Usaha patungan (Perusahaan & Masyarakat) dengan PEMDA DKI dan masyarakat dalam melahirkan MRT JAYA sudah menjadi urgensi yang harus segera dilaksanakan, mengingat daya dukung jalan darat Jakarta tidak memadai (makin macet) dan membludaknya jumlah penumpang commuter (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasai). Jakarta pada th 2014-menurut proyeksi JICA, akan mengalami kemacetan luar biasa di seluruh jalan darat !. Keuntungan yang sebenanrnya sangat-sangat besar dari MRT-Jaya juga dapat dipergunakan untuk mempercepat pembangunan di propinsi lain Jawa, dan yang penting : MEMPERCEPAT DEMOLISHING FUNDAMENTAL ERROR KAI !!!!
Tulisan ini hadiah idea boeat Mas Ronni Wahyudi (dirut KAI) & Ki Ageng AK.Hadiwijoyo (dirkeu), semoga anda bisa lahirkan "ORIENT EXPRESS INDONESIA.....agar Perjalanan ke Solo lebih ROMANTIS & CEPATTTT.








