Kamis, 30 Juli 2009

The spirit of freewind (the flight of the moment)

The spirit of freewind (the flight of the moment)
(Dave Ip)

The wind catches the sail as the boat points away from the wind. The boat tilts at an angle and slowly we pick up momentum, silently cutting through the brown silty lake as the sail catches the breeze, Peacefully, peacefully moving forward with not an utterance of words or the sound of a chugging engine. The moment is still, the moment is meditative, the mind focussed on a point where to turn/tack the boat, but always with a final destination ahead.

Tack, Sail, Tack, Sail we zig zag through a narrow channel, endlessly changing direction, slowly edging closer to our destination, while other boats motor by. Does this not remind you, how similar this is, on how we carve a path through our journey of living and learning?

Sometimes the wind is with us and we sail gracefully and quickly to our destination. But most of the time, the wind is not in our favour, and we have to take many turns to get to where we want to be. Along the way, we learn many things, meet many people and avoid many obstacles. The Journey is sometimes long, sometimes hard, but never dull.

It is our patience, our attention, our awareness, our keeness and our love that keeps us on an even keel. I sail into the river of this moment to see where it takes me. Somewhere in the distance is where I want to be, but I cant see where it is yet, and sometimes maybe the wind will be in my favour.


Sunan Mursyid
sometimes,
the wind blows outer of earth space,
when the the boat suddenly having the wings,
then the boat is sailing on the air,
untill lost in space....and landed on the diamond planet,
... Baca Selengkapnya
with the very blue violet lighting precious forward...!

Rabu, 22 Juli 2009

Strong Commitment dan Ketulusan Hati : Kunci Kemenangan Abang dan None Jakarta 2009

“Strong Commitment” dan Ketulusan Hati, itulah dua kata kunci yang menghantarkan wakil dari Jakarta Barat, Ahmad Murthado dan wakil dari Jakarta Utara, Wimmy, menjadi Abang dan None Jakarta 2009 mengalahkan 34 finalis lainnya pada Malam Pemilihan Abang dan None Jakarta 2009, Rabu, 15 Juli 2009, di Jakarta Convention Center.

Penentuan pemenang Abang dan None Jakarta 2009 dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh ketujuh Dewan Juri, yaitu H. Drs. Rusdi Saleh (Sejarah & Kebudayaan Betawi), DR. Rosemini AP. MPSI (Psikologi), Drs. Robert P. Silalahi, M.Si (Pemerintahan dan Pengetahuan Umum), Ratih Sanggarwati, SE(Teknik Penampilan dan Tata Busana), DR. RA. Tity Koesoemo, Dipl. SC.PO.,MA.,MBA (Kepariwisataan dan Kemampuan Berbahasa Asing), Hermawan Kartajaya (Public Relations & Marketing), Prita Kemal Gani, MBA.,MCPR.,APR (Etiket & Kepribadian), serta juga dari Gubernur DKI Jakarta, H.Fauzi Bowo dan CEO PT. Global Mediacom, Tbk, Hary Tanoesoedibjo.

Kemenangan diperoleh kedua pasangan, saat juri bidang psikologi, DR. Rosemini AP. MPSI, menyampaikan pertanyaan, “Sebagai Abang dan None, diharapkan Anda bekerja secara professional, jelaskan secara singkat sikap profesional apa yang harus dimiliki?”.

Wimmy, wakil None dari Jakarta Utara menjawab dengan tenang namun pasti, ”Sebagai seorang penerus bangsa dan duta wisata, saya menyadari bahwa dengan Kutulusan Hati, dapat membentuk loyalitas dan totalitas dalam menjalankan tugas”.

foto : vibizlife / Dodo S

Sementara, Ahmad Murtadho, menjawab dengan menggunakan bahasa inggris yang jelas dan tegas, ”We need to have Strong Commitment, because we have a lot of duty that take a lot of energy to do that. And we must have ability to do time management, because some of us still a student of university…..”

foto : vibizlife / Dodo S

Kedua jawaban itulah yang akhirnya menjadikan Dewan Juri memberikan nilai kemenangan bagi kedua pasangan tersebut.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo merasa puas dengan penampilan peserta, menurutnya jawaban-jawaban yang diberikan menggambarkan kecerdasan para peserta finalis Abang dan None Jakarta tersebut.

Kita harapkan Abang dan None Jakarta dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan budaya dan pariwisata kota Jakarta khususnya dan memberikan dampak yang berati juga bagi Negara kita.

Sukses untuk para pemenang !!

(Sumber : Vibix life.com , asido/AS/vbl)

Minggu, 19 Juli 2009

Ahmad Murtadho & Wimmy...Abang None Jakarta 2009




Selamat !

Ahmad Murtadho & Wimmy sebagai Abang None Jakarta 2009

Selamat Menunaikan Tugas Mulia, Duta

Wisata, ANti Narkoba dan Lingkungan Jakaarta.

I am proud of You...I am proud as Indonesian !!

Jumat, 10 Juli 2009

Mas JUSUF KALLA.. Putra Sulawesi Selatan yg CERDAS-TANGKAS..Saatnya Maju, JAWA Welcome !




Majunya Muhammad Jusuf Kalla sebagai Capres pada Pilpres 2009 kali ini, ingatkan pada 2 hal: 1. Setiap warga negara Indonesia berkedudukan yang sama di mata hukum di NKRI, 2.Peristiwa pembantaian Westerling si Tukang Jagal (Kolonisasi Belanda), TIAP WARGA NEGARA Indonesia BERKEDUDUKAN SAMA DIMATA HUKUM di NKRI, Berhak maju sebagai Calon Pemimpin tanpa batasan waktu.

Pernyataan juru kampanye SBY "Doktor Andi Malarangeng" terhadap Jusuf Kalla yang menyatakan ""Sebagai warga sekampung Sulawesi Selatan dengan JK, pak Jusuf Kalla belum saatnya maju / jadi Presiden RI justru keluar dari masalah mendasar: Substansi Visi dan Kontra Produktif dari aspek Integrasi Bangsa Indonesia. Pernyataan ini sudah "tidak pantas alias melanggar etika politik, dan menurut saya mundur 20 th, dan saya nilai tidak pantes diucapkan oleh seorang "Doktor Ilmu Politik", bahkan mencerminkan lari dari substansi Visi-Agenda Pemimpin serta menciderai "perdebatan politik yang cerdas" karena berbau SARA.
Tidak ada seorang pun yang tidak berhak untuk maju sebagai Capres dan jadi Presiden. Andi M mengingkari fakta sejarah bahwa putera Cerdas "BJ Habibie" yang pernah jadi Presiden RI th 1999, dari Sulawesi Selatan.

Saya sebagai putera Jawa belajar "biografi" Jusuf Kalla, mengakui bagaimanapun ada keunggulan Visioner, Kecerdasan sebagai Pemimpin dan JK punya Kemampuan dan Keberanian dalam bidang usaha, yang berkiprah di seantero Nusantara (BUKAKA & Kalla Lines) dan kemampuannya dalam "hitungan Matematik tentang proyeksi energy, konversi ke Gas" serta kiprah dan kemampuannya dalam "Politik" perdamaian Posso dan Aceh dan berperan aktif. Kemampuan "kalkulasi karena built in dari dunia usaha yang digelutinya, memberi kemampuan yang sangat besar dalam "Negosiasi dan Revaluasi ulang" terhadap berbagai (ratusan) kontrak eksploitasi sumber alam....yang hingga kini MERUGIKAN Indonesia!
Jusuf Kalla bagi saya mengilhami untuk penyadaran tentang "Masalah Jawa Kedepan: tantangan Ledakan Penduduk kedepan, pengangguran, keterbatasan lahan, etos kerja dan hubungan dinamis-harmonis dengan luar Jawa (Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dlsb) sebagai suatu kesatuan Bangsa dalam bingkai NKRI. Harus disadari, saudara-saudara kita dari Aceh bagaimanapun ada gap dan masih perasaan "dis-trust" pada tokoh-2 / Pemimpin dari orang Jawa, dan JK mampu berperan sehingga menciptakan kedamaian di Aceh dan Posso. Bagi saya orang Jawa, harus mengakui sebagian besar masyarakat Jawa yang Pengusaha, kurang Outward Looking ke Manca Negara dan memiliki keberanian yang kurang dibanding dari suku bangsa Sumatera, Sulawesi atau suku lainnya, karena mudah puas dan inward looking, dan tantangan untuk jadi Pengusaha ini yang akan di Challenge oleh JK. Salah satu contoh keberanian ini adalah dengan mengundang "BIN LADIN" untuk Investasi perkebunan di Papua. Dan segudang keberanian lainnya.

Nah kini masyarakat Jawa, yang jumlahnya melebihi 120 juta, harus menyadari harus ada semacam 'Revolusi Nilai-2, yakni falsafah Jawa yang usang. Misalnya: Budaya NRIMO, Mangan Ora Mangan Anggere Kumpul, Keberanian menempuh Resiko Usaha ...Investasi...Perta
ruhkkan Modal), tidak sekedar Pekerja (buruh), Budaya Menak (NDORO), Melanglang Buana keluar daerah dan Mitos Pemimpin HARUS WONG JAWA dlsb. Nah nilai nilai itu dengan mudah didapat dengan munculnya Jusuf Kalla, bukan hanya sekedar Pemimpin, tetapi keberaniannya mendobrak, menembus batas-batas "sistem nilai" yang bukan saja usang, mungkin sistem nilai Jawa itu yang DICEKOKI oleh Kolonial belanda yang memang Selalu INGIN MEMPERLEMAH suku bangsa Jawa dan Melanggengkan Penjajahan.

Kesimpulan saya, munculnya JK sebagai Capres SEHARUSNYA MUNCUL PERTENGAHAN 1990 AN ! sebagai Antitesa dari LETOY nya Bangsa Indonesia dalam Percaturan & Persaingan Internasional, sehingga bagi saya khususnya ( smoga Jawa pada umumnya) JK sebagai DINAMISATOR masyarakat Jawa!!

Harapan dan Himbauan saya:
... Sak sedulur, PakDe, PakLik, mBokDe, konco-konco kabeh, Ojo gampang Nrimo Fitnah sing ngalok-ngalokne wong luar Jowo ....padahal...mereka luwih Unggul, Maju, baik dlsb katimbang awake dewe wong Njowo !. Ojo Percoyo....Fitnah pada JK sebagai Betoro Kollo...iku ora Bener...tapi Salah ! Wis Mas Joesoef Kalla....Maju Terus !...SAIKI ..Sekarang...NOW..!


Sunan Mursyid




Kamis, 02 Juli 2009

Demokrasi di Maluku, dari Gejolak Konflik 1999 menuju Kemandirian kedepan...Terus Berjuang P.Karel ! GBU !

...Pesona alam laut Banda......Exotic ! Brooke Shields, Ko Stark, Killy Minouque suka
Alberth Karel Ralahalu (baju Coklat) bersama Profesor Samuel Petty....Caring The Ocean.
Propinsi Maluku cukup menarik kita kaji dan kita ambil contoh untuk menarik hikmah dalam menapaki perjalanan peradaban, setelah cukup lama dilanda konflik horisontal antar masyarakat ummat beragama yang merenggut ribuan korban nyawa pada kedua belah pihak. Sebuah propinsi yang merupakan gugusan pulau-pulau tersebar luas sepanjang 1.500 km dan lebar 1.600 km adalah gugusan pulau-2 dan dihuni masyarakat ditengah laut sumber penghasil ikan, hasil kelautan, kayu dan bahkan emas.

Kondisi sosial masyarakat Maluku yang terdiri dari warga asli lokal, warga pendatang dari luar Maluku (mayoritas Sulawesi Selatan ditambah Jawa-Sumatera) dan minoritas etnis non-pri keturunan Cina, seolah hidup dalam kerukunan selama 32 tahun. Masyarakat menjalani kehidupan dengan pelayanan fasilitas transportasi, pencukupan kebutuhan poko, kesehatan, pendidikan dlsb dalam keadaan yang cukup memadai. Namun demikian, panas sekam potensi konflik sebenarnya eksis melanda dalam warga asli lokal, akibat kombinasi kesenjangan sosial-ekonomi antar warga, pelaksanaan keagamaan yang berdekatan dalam tata-kota wilayah pemukiman yang sempit-heterogen, banyaknya pengangguran, terputusnya tali kekerabatan tradisi sosial warga Maluku dan gap sosial-ekonomi antara pengusaha besar perikanan dan rakyat Maluku serta polarisasi warga pemeluk agama yang dilanda konflik. Keadaan komplikasi masalah sosial-ekonomi demikian menjadikan konflik berlangsung cukup lama, meruntuhkan tatanan / pranata fisik-sosial-ekonomi setempat- (Kantor Pemerintah, Universitas, prasarana ibadah, rumah tinggal dan sekolah). Konflik berkepanjangan ini sudah mengancam hilangnya Jati Diri Sosial masyarakat Maluku, sakibat semangat Masohi-yakni perluasan fanatisme - militansi konflik keseluruh wilayah / pelosok Maluku dan keluar wilayah Maluku. Rasa kepercayaan pada kepemimpinan Pemerintah Pripinsi dan kabupaten runtuh dan mengkristalnya asa ketidak percayaan antara dua kelompok yang konflik. Rakyat Maluku seolah tidak memiliki masa depan yang pasti.

Proses perjalanan rakyat Maluku secara berangsur mulai merasakan keletihan dan dilain pihak masih ada sekelompok orang yang memiliki kesadaran untuk menghentikan konflik bersama Pemerintah (Pusat dan Daerah). Kesepakatan penghentian konflik (perdamaian) dapat dilakukan di berbagai daerah yakni Maluku Tenggara dan Maluku Utara, yang seterusnya di Maluku Tengah. Fase perdamaian, kemudian diikuti pemisahan propinsi Maluku menjadi 2, yakni Maluku Utara (ibukota ternate) dan Maluku (tetap Ambon) sebagai wujud adanya kesamaan sosiologis dan kebutuhan pengelolaan kepemerintahan & pelayan bagi masyarakat. Fase tersebut dilalui dengan adanya pejabat kepala pemerintah daerah yang bersifat sementara – untuk menciptakan keamanan dan stabilisasi. Selanjutnya dilakukan suksesi kepala pemerintahan daerah (kepala daerah) secara definitif melalui pemilihan di DPRD. Maluku Utara dipimpin oleh seorang sipil dan Maluku dipimpin oleh seorang warga asli prun. TNI-AD Maluku (Brigjen purn.Karel Rahalu). Keduanya memperoleh penerimaan yang cukup baik pasca Pemilu. Semangat dukungan pada saat pemilihan di Maluku sempat menimbulkan kekhawatiran di Maluku., karena Maluku selama ini dipimpin oleh warga Muslim.

Bahkan pada Pemilihan Langsung Pilgub tahun 2008, Brigjen TNI Purn. Karel Ralahalu yang diusung oleh PDIP mampu memperoleh 65% suara (terbesar kedua setelah Gubernur Fadel Muhammad 85%). Semenjak awal memimpin Maluku, hingga kini...Gubernur Karel ini boleh saya bilang "tidak basa basi dalam Merakyat !. Bayangkan apabila bulan Puasa..rumahnya Open untuk warga Muslim, dari Buka puasa hingga jam 3 pagi untuk Puasa SEBULAN PENUH !. Tutur katanya lembut, rajin keliling desa, keluar masuk kampung di seantero Maluku. Aku jadi terharu, setelah mengetahui isterinya Pendeta. Sikapnya yang "cool" diperlihatkan sejak pangkat Kolonel di MABES-AD, semenjak menangani Pemulihan dan konflik Maluku di Jakarta bersama tim dari UI (Prof. Leirisa, Dr. Imam Prasodjo, Ir. Soewito Alm, Saya sbg Kordinator) bersama tim TNI-AD (dikordinir Mayjend Saurip Kadi)

Kiprah perwira TNI yang terlihat gigih sejak konflik dan panggilan nurani untuk mimimpin Maluku, nampak dari kesiapan Keteguhan Sikap, Niat dan Kepribadian yang mengkristal pada Visi pribadi yang jelas dalam membangun peradaban Maluku. Kini, kemampuan memimpin, mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan baik internal Pemerintahan Maluku maupun dengan Pemerintah Pusat beserta masyarakat Maluku. Tantangan penuntasan konflik sebagaimana dijadikan agenda utama, telah ditampilkan dengan jawaban nyata dalam peran serta masyarakat Maluku dengan dukungan nelayan, penciptaan kesempatan usaha di berbagai sektor. Manusia-masyarakat Maluku menjadi faktor utama dalam strategi-kebijakannya. Kini, tantangan yang ada adalah: Rehabilitasi sosial-fisik baik mutu prasarana fisik, yang meliputi pendidikan, kesehatan, transportasi dll untuk pembangunan rakyat Maluku sedemikian sehingga yang mempu mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi dan mengurangi pengangguran dalam rangka sasaran utama kemajuan-kesejahteraan raklyat Asli Maluku.

Sejalan rehabilitasi, Maluku Utara dan Maluku memiliki kekayaan hasil laut Maluku dan tambang emas yang sangat besar, yang bukan saja mampu memberi & mencukup bagi sumber penghasilan Maluku, bahkan juga kepada Pusat dan daerah lain. Laut Arafuru yang menjadi pusat penangkapan ikan, dapat menghasilkan devisa dari penjualan ikan minimal Rp.15 trilliun, belum wilayah perairan laut Banda, laut-laut lain. Apabila dikaji cermat, kedua propinsi ini mampu menghasilkan devisa nasional setiap tahun lebih Rp. 25 triliun dari hasil laut. Sedang dari emas, deposit yang cukup besar di gugusan pulau-pulau Makian, Tanimbar , Seram, Buru dlsb paling sedikit dapat menghasilkan Rp. 2 triliun. Mengingat eksploitasi sumber kekayaan alam Maluku berupa kelautan dan emas ini sangat berbeda dengan eksplorasi Migas (Riau, Kaltim, Aceh), maka Pemerintah daerah memiliki tantangan optimalisasi sumber-2 tersebut bagi daerah yang meliputi:

• Perhitungan, Kajian dan Analisa secara cermat, serius dan independen atas nilai riil pemerolehan devisa Maluku dari penangkapan hasil laut (ikan, udang, teripang, mutiara dll), dalam rngaka untuk perumusan dasar penetapan Kiat-Strategi Kebijakan Pemerintah Maluku dalam hal Pemerolehan Asli Daerah yang sangat vital untuk rehabilitas dan pembangunan kedepan kemajuan-kesejahteraan rakyat Maluku secara mandiri,

• Perencanaan yang cermat untuk dukungan Prosesing hasil kelautan bagi nelayan (pasca panen), agar dapat memberi perlindungan nilai jual hasil dan pemerolehan nilai tambah yang cukup baik / besar bagi nelayan, baik industri-cold storage, transportasi, akses pasar,

• Pembangunan generasi muda rakyat Maluku – khususnya pembangunan pendidikan / akademi teknik menengah yang disesuaikan keunggulan lokal, khususnya kelautan-perikanan dan tambang, dalam rangka memberi jawaban atas pengisian kesempatan usaha, kesempatan kerja dan kebutuhan tenaga ahli menengah dari warga asli Maluku demi untuk kemajuan-kesejahteraan rakyat Maluku kedepan, sekaligus memadamkan akar masalah penyebab konflik dan

* Pembangunan jati diri sosial rakyat Maluku, termasuk Membangun Kebudayaan Maluku, baik Arts, Seni Musik, Lukis, Tari...untuk Kelembutan Etnis Maluku ya Pak Karel.

Terus Berjuang P.Karel Ralahalu ! GBU !